Edisi 13-10-2017
Kemenhub Pesan Kapal di Galangan Batam


SAGULUNG – Melemahnya sektor industri shipyard tak serta merta berimbas pada pesanan di galangan kapal Batam.

PT Palindo Marine Shipyard, perusahaan yang berlokasi Seilekop ini baru saja menyelesaikanlimakapalnavigasi pesanan milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kemarin, PT Palindo Marine Shipyard meluncurkan lima kapal Kelas 1 dan 3 Kenavigasian, antara lain KN Yefyus, KN Berhala, KN Rupat, KN Miangas dan KN Edam.

Kapal Kenavigasian ini memilikiukuran50x15meter dengan keunggulan mesin, di manakapalmampumencapai kecepatan 15 knot per jam. Selain itu, crane dengan kapasitas 30 ton juga menjadi unggulan kapal-kapal ini.

"Kita sebagai negara maritim bukan hanya slogan, karena putra bangsa telah berhasil membuktikan dengan selesainya kapal ini," kata Direktur Kenavigasian Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan, Nyoman Sukayadnya saat peluncuran kapal di PT Palindo Marine Shipyard, Kamis (12/10).

Menurut dia, satu kapal navigasi menghabiskan anggaran sebesar Rp127 milliar. Biaya tersebut tentunya tidak sia-sia karena kapal membantu kenavigasian diperairan seluruh Indonesia, seperti Sorong, Tanjung priok, Belitung, Belawan dan Dumai.

Pada n 2017 ini, 20 kapal serupa dibuat secara bersamaan. "Akhir tahun ini mudahmudahan selesai. Untuk di PT Palindo, tiga kapal lainnya tinggal penyelesaian akhir. Saya berikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang berperan dengan pembangunan kapal ini," ujarnya.

Dari sekian kapal yang dibuat putra-putra bangsa ini mampu bersaing dengan industri kapal luar negeri. Dia menambahkan, jika tidak bangga dengan karya sendiri, industri kapal Indonesia tidak akan pernah berkembang dan maju.

"Kami pasti membutuhkan kapal-kapal canggih lainnya untuk menjaga kedaulatanNKRI. Pekerjaankitabelum selesai, karena kapal-kapal ini harus beroperasi secara maksimal dilaut," kataNyoman. Saat ini Kemenhub sudah memiliki 72 unit kapal navigasi.

Namun 40 di antaranya sudah mengalami kerusakan dan tidak layak karena termakan oleh waktu. "Kami adakan analisis, jika memang sudah tidak layak akan discrap. Jadi tambagan 20 kapal baru, kami masih butuh 20 lagi untuk mendukung kenavigasian di Indonesia," katanya.

m arief ranchman