Edisi 14-11-2017
Saudi Bangun Kota Baru Rp136 Triliun


RIYADH –Selama lebih dari 50 ta hun, Arab Saudi mengandalkan minyak untuk menopang per eko no mi annya. N amun, dalam beberapa tahun terakhir, negara kerajaan itu ber upaya mencari cara baru untuk meninggalkan kebergantungan pa da minyak dan menciptakan lapangan kerja.

Pemerintah Saudi berambisi mengubah ra tus an mil persegi wilayah gurun di nege ri itu men ja di kota-kota baru. Salah sa tu pembangunan yang sedang dilakukan ada lah konstruksi Pu sat Keuangan Raja Ab dullah atau King Abdullah Fi nancial Dis trict (KAFD). Total biaya yang digunakan untuk proyek ter sebut mencapai USD10 miliar (Rp136 tri liun).

Hingga saat ini, sekitar USD8 miliar telah di belanjakan dalam pem bangunan proyek pres tisius itu. Didesain oleh perusahaan arsitektur Henning Larsen, proyek seluas 1,6 juta meter persegi itu akan diisi dengan lebih 60 apartemen, kantor dan menara ritel, beberapa sekolah dan garasi parkir, klinik medis, gedung-gedung publik, dan tiga hotel.

Saat pembangunan selesai, kota baru itu dapat menampung 50.000 penduduk. Pada proyek itu, para insinyur perancangnya men de sain jembatan-jembatan pen di ngin bertenaga surya untuk mengatasi panasnya gurun. Jemba tan canggih yang disebut skywalk itu akan meng hu bung kan 30 gedung di distrik ter se but.

”Di KAFD juga d i ba ngun monorel,” ungkap per nya taan firma ar sitektur Hen ning Larsen, dikutip Business Insider. Konstruksi KAFD telah dimulai sejak 2006 dan 70%-nya te lah selesai. Pemerintah kerajaan memang tidak menetapkan batas waktu untuk penyelesaian proyek ini. KAFD dirancang sebagai pusat bisnis yang akan menarik per usahaan firma dan keuangan, perbankan serta otoritas pasar modal dan bursa sa ham yang saat ini berpusat di Riyadh. Dis trik yang disebut Crys tal To wers dalam kota ba ru itu akan di buka musim pa nas ini. Satu sky walk meng hubungkan dua ge dung di distrik itu. Meski demikian, terjadi sejumlah penundaan kons truk si dan masalah pendanaan.

Pemerintah bertujuan membuka tahap pertama untuk 15 kan tor, perumahan, dan menara komersial akhir tahun ini. Kantor berita Reuters melaporkan, kota itu mengalami ma salah dalam menarik para peng huni. Sementara menurut Bloomberg, pemerintah Sau di berharap menarik perbank an dengan insentif ekono mi, termasuk diskon pajak yang dapat diperpanjang hingga satu dekade atau lebih.

Pemerintah Saudi juga pernah menyatakan tahun lalu bah wa mereka akan me nawarkan pengecualian visa untuk war ga asing yang bekerja di KAFD. Beberapa aturan sosial yang ketat di Saudi, termasuk ke wajiban wanita mengenakan pakaian tertutup, juga akan dilonggarkan. Meski demikian, otoritas Sau di belum mengonfirmasi re gulasi tersebut sehingga akan menyulitkan dalam menarik orang dan bisnis untuk ber ada di sana.

Beberapa calon peng h uni dan investor juga ku rang optimistis bahwa kota itu akan sukses. ”Potensinya luar biasa. Di da lam n ya hebat, tapi ini tidak akan selesai. Pembuatan ke pu tus an sa ngat lamban pa da pro yek itu dan orang tidak me mi liki uang tu nai,” kata seorang ekspatriat di Dubai kepada Reuters.

April lalu Direktur Proyek KAFD Salman Albaiz menjelaskan, sekitar seperlima dari to t al proyek 1,6 juta meter persegi telah selesai di ba ngun. ”Fa se pertama akan segera dibuka jika semua ber ja lan baik. Ini akan menjadi soft opening un tuk distrik itu,” katanya. Dia menjelaskan, fase per ta ma masih menunggu persetujuan pemerintah sebelum pembukaan.

Menurutnya, ma sih ada hambatan bi rokrasi dan prosedur pemerintah da lam pem buat an k e putusan tersebut. Albaiz menjelaskan, kota ba ru itu akan menyerupai Dubai International Financial Cen tre yang menarik banyak per usahaan asing dengan regulasi khusus.

Secara teoretis, bis nis yang mendaftar di KAFD dapat mengeluarkan vi sa langsung dan mendapat izin da ri otoritas terkait. Saat ini Samba Financial Group Arab Saudi dan konsultan internasional PwC telah ber komitmen menjadi salah sa tu tenant di kota itu. Meski de mikian, otoritas belum menyelesaikan aturan untuk zona kh u sus sehingga sulit menarik le bih banyak perusahaan.

”Fase pertama KAFD dapat mem beri pendapatan tahunan sebesar 240 juta riyal. Jumlah tersebut akan terus meningkat hingga 3,5 miliar riyal saat seluruh proyek itu selesai,” kata Albaiz. Pembukaan KAFD akan men jadi tonggak sejarah bagi prog ram reformasi ekonomi yang dicanangkan tahun lalu oleh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Kehadiran kota itu dapat mengubah bagaimana bisnis diatur di Saudi. Kehadiran KAFD merupakan salah satu dari visi Putra Mah kota Mohammed bin Salman untuk melakukan reforma si ekonomi di Saudi agar tidak lagi bergantung pada minyak. Berbagai visi itu di terjemah kan dalam berbagai proyek baru di Saudi yang kini sedang dibangun.

syarifudin

Berita Lainnya...