Edisi 14-11-2017
Jokowi Diprediksi Segera Rombak Kabinet


BANDUNG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diperkirakan akan melakukan reshuffle atau perombakan kabinet jilid ketiga dalam waktu dekat.

Momentum reshuffle ini akan dilakukan seiring penggantian menteri yang kemungkinan mundur dari Kabinet Kerja karena mencalonkan diri di pilkada. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, pada Maret-April 2018 sudah memasuki tahapan pendaftaran calon kepala daerah dan tahapan Pemilu Legislatif 2019.

Pada saat itu akan ketahuan siapa menteri yang mundur karena kepentingan pilkada. “Kecuali yang bersangkutan tidak ada yang mau mundur duluan, ya tidak ada,” ujar Tjahjo di Markas Sekolah Staf dan Komando (Sesko TNI) Bandung, Jawa Barat, kemarin.

Salah satu menteri yang dikabarkan akan segera mundur yakni Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa. Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama ini akan maju sebagai calon gubernur di Pilkada Jawa Timur. Dengan pengunduran diri menteri itu, Tjahjo memastikan reshuffle dilakukan.

“Pasti akan ada reshuffle lagi di awal-awal tahun,” kata menteri asal PDI Perjuangan ini. Presiden Jokowi dua kali melakukan perombakan kabinet yakni pada Agustus 2015 dan Agustus 2016. Isu perombakan kabinet sempat santer terdengar ketika Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai pendukung Jokowi memilih berseberangan dengan kebijakan pemerintah.

Kader PAN di kabinet beberapa kali disebut akan diganti. Ketua DPP PAN Yandri Susanto menegaskan, sikap partainya yang kembali berbeda dengan pemerintah adalah hal wajar dantidakperludipermasalahkan.

Dalam demokrasi, PAN punya hak untuk berbeda dalam pilihan politik meskipun berada dalam barisan koalisi pemerintah. “Waktu Undang-Undang Pemilu kami diajak ikut parpol pendukung pemerintah, tapi PAN berbeda. Dan ini kami beda kembali, bagi PAN itu biasa karena kami punya dasar argumentasi dalam mengambil keputusan, jadi tidak ikut-ikutan,” kata Yandri.

Namun, kalau kemudian sikap itu dikaitkan dalam posisinya sebagai partai pendukung pemerintah, PAN siap dengan apa pun penilaian dari Presiden Jokowi. “Silakan Pak Jokowi dan koalisi menilai, kami serahkan saja, kami tak punya beban, tak punya kekhawatiran yang berlebihan. Silakan Pak Jokowi menilai posisi PAN di kabinet,” ungkap dia baru-baru ini.

rahmat sahid/ Sindonews



Berita Lainnya...