Edisi 14-11-2017
Keluarga Pelaku Pembakar Polres Minta Maaf


JAKARTA – Keluarga pelaku pembakar Mapolres Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) meminta maaf kepada Polri dan masyarakat. Mereka tak menyangka dengan tindakan nekat pelaku yang dilakukan Minggu (12/11) dini hari.

Arman, orang tua dari Enggaria Sudarmadi – satu pelaku pembakaran Polres Dharmasraya yang berhasil ditembak polisi hingga tewas, meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. “Atas nama keluarga, saya mohon maaf kepada rakyat Indonesia khususnya Polri atas perilaku anak saya,” jelas Arman sambil berkaca kaca.

Pihak keluarga sama sekali tidak pernah menyangkabahwaEnggaria bisa melakukan perbuatan senekat itu. “Saya tidak pernah menyangka dia seperti itu sebab dia sudah enam tahun merantau di Muara Bungo dan jarang pulang,” bebernya sambil menyebut jenazah Enggaria akan dimakamkan di Desa Nilo Dingin.

Sementara Mabes Polri memastikan satu dari dua pelaku yang pembakar Polres Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) pada Minggu (12/11) dini hari merupakan anak perwira polisi yang telah lama pergi dari rumah. Penegasan itu disampaikan Wakapolri Komjen Pol Syafruddin di Jakarta kemarin.

“Iya benar, yang bersangkutan sudah lama meninggalkan rumahnya dan tidak ada hubungan (komunikasi) dengan orang tuanya,” kata Syafruddin. Saat terjadi kebakaran, petugas mencurigai dua orang bercadar warawiri di kompleks polres, Jalan Lintas Sumatera Km 200, Gunung Medan, Sitiung, Kabupaten Dharmasraya sambil membawa busur panah.

Petugas lalu melepaskan tembakan peringatan, tapi keduanya malah melakukan perlawanan dengan mengarahkan busur panah ke petugas hingga terluka. Karena membahayakan, petugas kemudian menembak keduanya hingga akhirnya meninggal.

Berdasarkan hasil identifikasi diketahui, kedua identitas pelaku bernama Eka Fitra Akbar (EFA), 24, dan Enggaria Sudarmadi (ES), 25. Dari tangan mereka, polisi mengamankan busur panah, delapan anak panah, dua sangkur, sebilah pisau kecil, sarung tangan hitam, dan selembar kertas yang berisikan pesan.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rikwanto juga membenarkan satu dari dua pelaku berinisial EFA merupakan anak dari Iptu MN, kanit reskrim Polsek Plepat, Muaro Bungo, Jambi.

Menurut Rikwanto, Iptu MN selaku orang tua dan mewakili keluarga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh personel Polres Dharmasraya atas perbuatan anaknya yang telah membakar Polres Dharmasraya. “EFA sudah cukup lama hidup terpisah dari keluarga sehingga aktivitasnya tak diketahui orang tuanya,” kata Rikwanto.

Menurut dia, selama delapan bulan terakhir pelaku tinggal bersama istri dan anaknya di Kelurahan Pasir Putoh, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Sumatera Barat. Dalam kesehariannya, EFA mencari nafkah sebagai penjual es tebu. EFA terakhir kali meninggalkan rumah pada Sabtu (11/11/) dengan berjalan kaki.

“Istri dan keluarganya tak ada yang tahu ke mana perginya karena tak meninggalkan pesan,” ungkap mantan kabid humas Polda Metro Jaya ini. Rikwanto mengatakan, orang tua EFA ingin anaknya disemayamkan di Kabupaten Dharmasraya dan mendokumentasikan pelaksanaan pemakaman tersebut.

Pihak keluarga memutuskan tidak ikut dalam pemakaman. Lebih jauh jenderal bintang satu ini menjelaskan, pelaku EFA juga pernah berniat ke Suriah untuk mengikuti kegiatan di sana.

Hal tersebut diketahui setelah polisi memeriksa keluarganya, termasuk sang ayah. “EFA pernah bercerita kepada mertuanya bahwa dia ingin berjihad ke Suriah,” ucapnya.

m yamin/okezone

Berita Lainnya...