Edisi 14-11-2017
Wakapolri Jamin Polri Tetap Bekerja Profesional


JAKARTA – Wakapolri Komjen Pol Syafruddin meminta semua pihak tidak berpolemik terkait penerbitan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Thony Saut Situmorang.

Syafruddin meminta agar proses hukum ini tidak menimbulkan kegaduhan yang bisa mengganggu iklim politik hingga perekonomian. Dia pun menjamin dan memastikan Polri dan KPK akan profesional dalam menegakkan hukum. “Jangan karena penegakan hukum, masalah ekonomi dan politik jadi terganggu.

Oleh karena itu, tindakan profesional aparat KPK dan Polri harus melakukan dengan cara-cara elegan berdasarkan hukum dan fakta,” kata Syafruddin di Jakarta, kemarin. Dia menegaskan, Polri bukan tempat perlindungan, tetapi tempat menegakkan hukum.

Hubungan KPK dan Polri dipastikan akan tetap terjaga dan solid dalam penegakan hukum. “Saya tegaskan lagi, KPK dan Polri solid. Pimpinan KPK sudah bertemu dan koordinasi dengan Kapolri dalam langkah- langkah penegakan hukum,” kata mantan Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian (Lemdikpol) ini.

Syafruddin berharap tidak ada pihak-pihak mengadu domba KPK dan Polri terkait SPDP tersebut. Sebab kedua lembaga itusangatsoliddalammenegakan hukum khususnya pemberantasan korupsi. Dalam proses penegakan hukum, ujarnya, baik KPK maupun Polri harus berlandaskan aspek de jure (hukum) dan de facto (fakta).

“Ada hukum dan ada faktanya, itu yang harus dilakukan, baik KPK maupun Polri dalam penegakan hukum,” ujarnya. Syafruddin menambahkan, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian juga sudah menegur Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak terkait SPDP itu.

Sementara itu, pengurus Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) kemarin menyambangi Gedung Mabes Polri untuk bertemu Kapolri. Tujuannya memberikan dukungan moril kepada Polri yang sedang menyidik kasus dugaan surat palsu pimpinan KPK.

“Kami datang ke Mabes Polri untuk memastikan bahwa Polri harus konsisten dan terus melakukan proses hukum terhadap peristiwa adanya SPDP dua pimpinan KPK,” kata Ketua Harian PP AMPG Mustafa M Radja.

m yamin

Berita Lainnya...