Edisi 14-11-2017
Waspadai Pohon Tumbang Awal Musim Hujan


JAKARTA – Sejumlah pohon bertumbangan dan menutup jalan akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda Jakarta dan sekitarnya kemarin.

Angin ken cang juga merobohkan pohon di pinggir rel di kawasan Bintaro sehingga perjalanan kereta jurusan Tanah Abang-Rangkas bitung terganggu beberapa jam. Hujan de ras yang turun cukup lama kemarin juga me micu genangan di beberapa titik.

Di Kebayoran Jakarta Selatan, angin kencang disertai hujan sekitar pukul 15.00 WIB ke marin menumbangkan pohon di Jalan Bendi Besar, Jalan Panjang dekat Kom pleks Set neg Cidodol, Jalan Pe ning garan Barat III yang berdekatan dengan SMKN 59, dan Jalan Tentara Pelajar.

Di Jalan Peninggaran Barat III, pohon tumbang menimpa satu mobil. Di Jakarta Pusat, pohon tumbang antara lain terjadi di Jalan Garuda yang berdekatan dengan Stasiun Kemayoran. Sementara di Jakarta Barat, kasus serupa juga terjadi di Jalan Asia Baru, Kebon Jeruk, Jalan Pan jang, dan Jalan Kincir Raya Cengkareng.

Rumah pengusaha Setiawan Jodi di Jalan Raya Kemanggisan juga rusak. Garasi dan sebagian tembok rumah hancur akibat tertimpa pohon berdiameter satu meter yang ambruk. Dari seluruh kejadian terse but, dilaporkan tidak ada korban jiwa. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geo fisika (BMKG) telah mewanti-wanti pemerintah daerah (pemda) di wilayah Jakarta dan sekitarnya agar mewaspadai musim penghujan yang saat ini sudah tiba.

Awal musim hujan ini, hujan deras disertai angin kencang yang sering terjadi Untuk itu, masyarakat juga di imbau untuk lebih berhatiha ti terhadap ancaman pohon tum bang, reklame roboh, dan dam pak buruk lainnya. Kepala Pusat Informasi Meteorologi Publik BMKG Mulyono Prabowo mengatakan saat ini intensitas hujan mulai tinggi. Curah hu jan diperkirakan akan menc apai puncaknya akhir Februari-Maret mendatang. Pa da wa k tu itu, Mulyono me nga takan hu jan yang turun bi sa men capai se harian penuh de ngan disertai petir.

”Semakin hari, durasi akan se makin la ma,” ujarnya. Pada sore kemarin, genangan air terlihat di beberapa titik an ta ra lain di Jalan Kembang Aba di Pu ri Indah RW 08 dengan ke ting gian 10-30 cm, Jalan Kembangan Raya depan Kompleks Taman Per ma ta Bua na de n gan ke ting gi an 10- 15 cm, Jalan Kartika (terowongan bawah tol JORR) dengan ke tinggian air 30-40 cm.

Sementara di Kebon Jeruk, air genangan terpantau Jalan Ra tu Melati 1, Duri Kepa, RW 13 dengan ketinggian sepinggang orang dewasa, Jalan Patra banjir dengan ketinggian ham pir 100 cm, serta kawasan Green Gar den yang terpantau ting ginya 40 cm.

Kepala Badan Penanggulang an Bencana Daerah BPBD DKI Jakarta Jupan Royter menga takan, selain melakukan penyedotan air, petugas Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) melalukan pem b ersihan sa lur an air. ”Kami juga mengerahkan pihak kelurahan mengerahkan pe tu gas PPSU untuk menngani genangan,” tutur Jupan.

Anies Masih Cari Solusi

Guna mengatasi banjir, Pemprov DKI Jakarta akan menertibkan seluruh bangunan di ban ta ran sungai. Seluruh bangunan di ban taran kali dianggap ilegal. Gu ber nur DKI Jakarta Anies Bas we dan mengatakan saat hujan meng guyur Jakarta, Ming gu (12/11), pihaknya te rus me man tau dan berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan BPBD DKI Jakarta.

Beruntung, air semuanya ce pat su rut dan h a nya ada beberapa titik yang meng alami keban jir an dan longsor. Kepala Dinas SDA Jakarta Teguh Hendrawan menegaskan bah wa masalah utama mengatasi banjir di Jakarta adalah ban yaknya bangunan di bantaran kali.

Ketika akan melakukan pe ngerukan atau normalisasi, pe kerjaan terhenti akibat banyaknya bangunan. ”Ya memang harus normalisasi. Saya ha rap Gubernur Anies segera lakukan penertiban,” tegasnya. Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta William Yani melihat Gubernur Anies selalu keluar dari apa yang diucapkan ketika berkampanye.

Sepengetahuannya, Anies Baswedan-Sandiaga Uno memiliki konsep penanganan banjir melalui sistem vertikal drainase. Dia juga kecewa dengan Dinas SDA yang lambat mengatasi kerapuhan tanggul hingga berakibat longsor.

yan yusuf/ bima setiyadi

Berita Lainnya...