Edisi 14-11-2017
Dirjen Hubla DidugaTerima Uang dari Banyak Proyek Pelabuhan


JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan informasi dan fakta mencengangkan terkait dugaan penerimaan uang oleh Dirjen Hubla nonaktif Antonius Tonny Budiono.

Diduga, Tonny menerima uang dan barang terkait dengan hampir seluruh pelabuhan di Indonesia. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pengusutan dan penanganan kasus dugaan suap dan gratifikasi lebih dari Rp20,074 miliar dengan tersangka Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) nonaktif Antonius Tonny Budiono menghasilkan temuan-temuan yang sangat signifikan.

Menurut Febri, dari pengembangan dan pendalaman penyidikan termasuk pemeriksaan saksi-saksi, Tonny diduga menerima uang dan barang sehubungan dengan sejumlah pelabuhan di Indonesia. Seperti Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah; Pelabuhan Pulang Pisau di Kalimantan; Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan; Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatera Barat; Pelabuhan Tanjung Priok, DKI Jakarta; Pelabuhan Batam, Kepulauan Riau; dan perizinan pengerukan pasir di Lontar, Banten.

“Jadi, kita memang sedang klarifikasi informasi yang sudah kita dapatkan. Kita tentu tidak menyimpulkan secara keseluruhan (pelabuhan di Indonesia) ada setoran ke ATB (Tonny). Tapi ketika kita mendapatkan informasi-informasi, tentu kita klarifikasi lebih lanjut,” ungkap Febri di Jakarta, tadi malam.

Saat ini di samping pengusutan terduga pemberi suap selain suap Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adiputra Kurniawan alias Yongki alias Yeyen, juga dilakukan pengembangan terhadap terduga pemberi gratifikasi ke tersangka Tonny.

Sebelumnya Tonny menyatakan tersangka Yongki memang tidak hanya menggarap proyek pengerukan alur laut Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah saja, tetapi juga proyek pengerukan alur pelayaran Pelabuhan Pulang Pisau di Kalimantan. “Pulang Pisau kan yang kerjakan juga Yongki,” ungkap Tonny.

sabir laluhu


Berita Lainnya...