Edisi 14-11-2017
Poros Mahasiswa-Entrepreneurship Pesantren dan Pondasi Perekonomian


”Tidak penting apa pun agama dan sukumu. Kalau kalian bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu.”

(KH. Abdurrahman Wahid) Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia tentu memiliki andil yang besar dalam sejarah perjalanan perkembangan bangsa, tidak hanya dalam ranah pendidikan, tetapi juga dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Hal ini bisa dilihat dari beberapa pesantren yang memiliki konsen serius dalam memajukan perekonomian di internal mereka sendiri semisal Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan.

Karena koperasinya kini memiliki omzet mencapai 1,8 triliun. Kopotren Sidogiri kini telah merambah di Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta. Lain halnya Pondok Pesantren Sunan Drajad yang mempunyai beberapa agrobisnis, pengelolaan air mineral, garam dapur, pembuatan kapal laut, pengelolaan kemiri sunan yang menjadi biodesel, pabrik fosfat yang semuanya bisa menyerap tenaga dari masyarakat dan para santri.

Dalam usaha memajukan perekonomian bangsa, tentu tidak cukup hanya dengan menunggu kinerja pemerintah semata, tetapi lebih dari itu harus ada upaya aktif dari lembaga-lembaga nonpemerintah seperti lembaga pesantren. Hal ini harus dilirik oleh pemerintah di Indonesia.

Karena pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan mencetak kaderkadernya sebagai penerus pemimpin bangsa yang siap mengaplikasikan ilmu agama, sosial, dan ekonomi untuk kemajuan bangsa. Tidak bisa dimungkiri banyak tokoh ekonomi dan politik yang lahir dari rahim pesantren.

Pada dasarnya, pesantren di era setelah reformasi ini sudah mulai berkembang, baik sumber daya manusianya maupun dalam perekonomiannya. Kita lihat sekarang ini banyak pesantren sudah mempunyai usaha-usaha sendiri dalam mengembangkan pembangunan dan kreativitas para santrinya.

Di sisi lain, pesantren juga sebagai ajang melatih diri untuk mandiri secara ekonomi dan mampu mengembangkan kreativitasnya. Oleh karena itu, pemerintah harus memberikan perhatian lebih terhadap perkem bang an dan kemajuan dunia pesan tren. Masalahnya yang kita lihat sekarang ini pesantren kerap kali termarginalkan dan mendapatkan stigma negatif sebagai sarang teroris.

Lukman Hakim Saefuddin, Menteri Agama mengungkapkan, potensi pertumbuhan ekonomi dari pondok pesantren memang tinggi. Pesantren kini harus menampakkan wajah yang lebih dari sekadar pusat pendidikan agama dan bermetamorfosa menjadi tempat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal ini tentu bukanlah sesuatu yang aneh dilakukan, akan tetapi sudah merupakan keharusan dan mendesak dilakukan. Terlebih sebentar lagi kita akan memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sehingga mau tidak mau dunia pesantren akan menjadi bagian dari kontestasi persaingan wilayah global.

Tanpa dukungan dari kalangan eksternal dalam hal ini pemerintah, tentu sulit menjadikan pesantren sebagai penyokong pertumbuhan ekonomi bangsa. Oleh karena itu, harus ada semangat saling membantu antar-pihak pesantren dan peme rintah sehingga ke depan wajah buram perekonomian bangsa ini bisa kita atasi bersama-sama. Semoga!

MOCH ZAINUL ARIFIN

Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik

UIN Syarif Hidayatullah

Berita Lainnya...