Edisi 14-11-2017
Terapkan Etika Standar Tinggi untuk Menjamin Investor


Sebagai seorang CEO yang diakui dunia, Greg Garland selalu menekankan pentingnya tanggungjawab etik dalam dunia bisnis.

“Kamu harus memiliki standar yang tinggi jika ingin menjadi orang yang memiliki etika. Itu harus menjadi prioritas,” ujar Garland dilansir The Cougar. Apalagi jika memimpin perusahaan energi di mana etika menjadi hal penting. “Saya tidak setuju dengan banyak orang yang mengatakan kalau perusahaan energi tidak akan menjadi warga korporasi yang baik.

Saya pikir etika yang baik akan membuat bisnis menjadi baik,” katanya. Garland menekankan tanggung jawab dalam membuat keputusan yang te pat, bisnis beretika, keselamatan lingkungan, serta keuntungan yang berkelanjutan dalam jangka panjang. “Kami me miliki orang yang berinvestasi miliar an dolar di perusahaan kami.

Saya ingin mereka mengetahui kalau investasi tersebut tetap aman,” katanya. Dia menegaskan, satu kecelakaan besar akan menghancurkan nilai kepercayaan investor. Salah satu isu yang paling fundamental dalam bisnis energi adalah faktor lingkungan, seperti kebocoran kilang minyak atau kerusakan pipa gas.

Perusahaan energi juga rawan terhadap bencana alam, seperti gempa bumi, badai ataupun banjir, karena mereka harus bersiap-siap menghadapi ber bagai risiko besar. “Phillips 66 tetap memperhatikan fak tor etika tingkat tinggi dan tanggung jawab lingkungan,” ujar Garland.

Apa yang dilakukannya, kata Garland, untuk membuat produk mampu meningkatkan kehidupan masyarakat. “Bagaimanapun kita juga pekerja pabrik,” ujarnya. Demi menjaga kedekatan dengan karyawannya, Gar land kerap berkunjung kebeberapa perusahaannya secara langsung.

“Saya menekankan agar perusahaan menekan biaya agar efisien dalam berbisnis. Dalam membuat keputusan juga ha rus tepat,” ucapnya dilansir Tulsa World. Sementara itu, pendiri perusahaan konsultan energi Pilko&Associates George Pilko menilai, Garland sebagai sosok yang memahami strategi karena dia merupakan pemimpin yang baik dan disukai karyawannya.

“Dia (Gar land) menjadi pemimpin yang sangat efektif. Dia juga bukan tipe CEO yang tegas dan keras . Garland menjadi pemimpin rileks dalam mengontrol perusahaannya,” katanya. Pakar keuangan, Matt Thompson berpendapat, hal terpenting dalam dunia bisnis adalah seorang pemimpin yang baik.

“Hal sama ketika ada tim sepak bola yang baik, mereka tidak akan bermain dengan baik tanpa adanya pelatih yang baik. Perusahaan besar juga tidak akan sukses tanpa kehadiran pemimpin cerdas dan bervisi,” ujar Thompson saat berbicara mengenai Garland. Menurut Thompson, visi yang dimiliki Garland menjadikannya pemimpin yang beretika baik.

Greg Garland ditunjuk sebagai Chairman dan CEO Phillips 66 pada 7 Oktober 2011 silam. Dia memimpin perusahaan setelah terpecah dari ConocoPhillips pada 1 Mei 2012. Sebelumnya, Garland adalah wakil presiden senior bidang eksplorasi dan produksi untuk Conoco Phillips.

Selain itu, Garland juga pernah men jabat sebagai CEO Chevron Phillips, perusahaan kerja sama antara ConocoPhillips dan Chevron yang memproduksi bahan kimia. Garland merupakan anak pertama di keluarganya yang bisa berkuliah. Dia meraih gelar teknik kimia dari Universitas Texas A&M pada 1980.

Sebagai bentuk terima kasih kepada kampusnya, dia memberikan cek senilai USD1 miliar kepada Yayasan Texas A&M pada 2014 silam. “Phillips 66 berkomitmen untuk berinvestasi dalam bidang pendidikan,” ujar Garland.

“Kita membutuhkan para pemimpin dari sekolah seperti Texas A&M yang menantang statusquo dan menciptakan kebutuhan sumber daya energi dalam beberapa dekade mendatang,” paparnya.

Lantas, berapa penghasilan yang diterima Garland? Reuters melaporkan penghasilan Garland meningkat dari USD22,9 juta pada 2015 menjadi USD25,1 juta pada 2016 lalu. Sebelumnya pada November 2016, Garland menjual sahamnya di Phillips 66 senilai USD6,4 juta atau sebanyak 76.165 saham dengan harga per lembarnya mencapai USD83,48.

andika hendra m