Edisi 14-11-2017
Insentif Fiskal Mobil Listrik Disiapkan


TANGERANG- Pemerintah berkomitmen mendorong pengembangan mobil listrik yang notabene sangat ramah lingkungan. Saat ini pemerintah sedang menggodok besaran insentif yang akan diberikan pada mobil listrik sehingga harganya bisa terjangkau.

“Mobil EV (electric vehicle ) seperti ini (Nissan Note E-Power) yang emisinya jauh lebih rendah, pemerintah tentu mendorong (pengembangannya),” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto seusai menjajal Nissan Note e- Power bertenaga listrik dalam acara uji teknologi kendaraan listrik Nissan di ICE-BSD City, Tangerang Selatan, Banten, kemarin.

Airlangga juga mengatakan, Nissan Note E-Power sangat cocok dipasarkan di Indonesia guna menjembatani peralihan dari mobil bermesin pembakaran konvensional ke era mobil listrik. “Kehadiran e- Power ini menjadi alternatif karena tanpa infrastruktur pengisian daya, kendaraan ini bisa diperkenalkan ke publik,” kata Airlangga.

Ditanya soal performa mobil, Airlangga yang berada satu mobil dengan Presiden Direktur Nissan Motor Indonesia (NMI) Eiichi Kioto mengungkapkan, akselerasi Nissan Note e-Power bagus. “Tenaga dan akselerasi bagus. Suaranya tak terdengar jika memakai mode listrik,” tutur Menperin.

Begitu juga sistem pengeremannya tidak kalah bagus. Menperin mengaku sempat menjajal Note e-Power sampai kecepatan 80 km/jam. Airlangga menyoroti teknologi Note e- Power yang bagus karena bisa sewaktu-waktu melakukan pengisian dan menggunakan baterai. “Teknologinya bagus,” ujarnya.

Lebih jauh Menperin mengaku pemerintah sudah menyiapkan regulasi soal mobil listrik. Terkait dukungan insentif yang akan diberikan, pemerintah akan mengurangi biaya Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) dan bea masuk.

“Tinggal didorong lagi,” katanya. Soal alih teknologi juga sudah dilakukan, bahkan beberapa pabrikan sudah siap alih teknologi kendaraan ini. Menperin sempat menyinggung soal fasilitas fiskal yang akan diberikan pemerintah.

“Fasilitas (insentif) fiskal diharapkan dengan Kementerian Keuangan bisa segera diselesaikan sebelum akhir tahun ini,” katanya. Namun yang jelas, pemerintah terus mendorong kendaraan listrik bisa menyumbang minimal 20% atau 400.000 unit dari total populasi kendaraan bermotor di Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih dan selamat kepada Nissan Motor yang melakukan uji coba di Indonesia. Pengembangan EV ini diharapkan bisa mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi kebutuhan impor BBM,” kata Airlangga.

Presiden Direktur Nissan Motor Indonesia Eiichi Koito mengatakan, pihaknya sudah mulai memperkenalkan kendaraan bertenaga listrik di Indonesia sebagai solusi dan standar baru dalam mengembangkan pasar kendaraan bebas emisi di Tanah Air.

“Sistem penggerak motor listrik e-Power dari Nissan merupakan solusi inovatif untuk mulai memperkenalkan kendaraan bertenaga listrik di Indonesia,” kata Eiichi Koito. Menurut dia, Nissan menciptakan standar baru dalam pasar kendaraan zero emission melalui kehadiran Nissan Leaf.

Ia menambahkan, teknologi e- Power akan menjadi jembatan ideal dalam perubahan penggunaan mobil berbahan bakar bensin dan solar ke arah kendaraan listrik seutuhnya. “Ini mendukung rencana Pemerintah Indonesia terkait elektrifikasi,” kata dia.

E-Power pertama kali diperkenalkan pada November 2016 saat Nissan Note e-Power diluncurkan di Jepang. Pada publik Indonesia, e-Power ini diperkenalkan pertama kali pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) lalu.

Sistem penggerak elektrik kendaraan ini diadaptasikan dari teknologi Nissan Leaf yang menjadi kendaraan listrik terlaris di dunia. Serupa dengan Leaf, sistem penggerak roda pada Nissan e- Power menggunakan motor elektrik dengan tenaga dari baterai lithium-ion on board.

Namun, tidak seperti kendaraan listrik biasa, teknologi Nissan e- Power tidak membutuhkan pengisian daya eksternal, melainkan menggunakan mesin bensin berukuran kecil untuk mengisi daya baterai saat mobil sedang dikendarai.

dwi sasongko