Edisi 14-11-2017
Insentif Penerbangan Charter Rp20 Miliar


JAKARTA –Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memproyeksikan program pemberian insentif bagi penerbangan charter akan menyerap anggaran senilai Rp20 miliar hingga akhir tahun ini.

Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Infrastruktur Pariwisata Judi Rifajantoro mengatakan, cash incentive oleh Kemenpar pada tahun ini baru efektif mulai Oktober. Da lam waktu ti ga bu lan (Okt ober-De sem ber), Ke men par akan meng optimalkan prog ram ini untuk me n arik le bih ba nyak kun jung an wisatawan man canegara (wis man) melalui jalur pe ner bang an charter.

”Perkiraan kami akan menyerap sekitar Rp20 miliar sampai akhir tahun ini,” kata Judi ke pa da KORAN SINDO. Sebagai informasi, Kemenpar telah mendapat izin dari Kementerian Keuangan untuk mem b eri cash incentive sebagai ba gian dari insentif pe ma sar an.

Insentif dihitung per pax ka re na Kemenpar menyubsidi se ki tar USD10-USD25 per satu orang wis man yang di da tang kan melalui penerbangan charter. Program ini di sambut baik oleh sejumlah mas k apai penyeleng ga ra pener bang an chart er. Sekurangnya su dah ada ti ga maskapai, yakni Gar uda In do nesia, Citilink, dan Sriwi ja ya Air, yang mener bangkan wis man ma suk Indonesia dengan pesawat chart er.

”Kebanyakan wisman Chi na dengan tujuan ke Den pa sar, Manado, dan Bintan,” ujarnya. Judi menambahkan, tahun de pan program ini akan dilanjutkan dan diupayakan dimulai se jak awal tahun sehingga dampaknya lebih besar. ”Harapan kami dengan adanya penerbangan charter ini bisa menambah 1-1,5 juta seat capacity,” tuturnya.

Deputi Bidang Pe ngembangan Pemasaran Pariwisata Mancane gara Kemenpar I Gde Pitana mengatakan, ti dak ha nya di perun tukkan bagi operator penerbangan chart er,in sentif juga bisa saja diberikan kepada wholesale dan biro perjalanan wisata yang bisa mendatangkan wisman dengan penerbangan charter. ”Diutamakan rutenya ada lah rute baru. Artinya, rute di ma na tidak ada penerbangan re guler yang beroperasi dari dan atau ke destinasi itu,” ungkapnya.

inda susanti