Edisi 14-11-2017
Potensi Pasar Modal Jawa Timur Sangat Besar


SURABAYA – MNC Asset Management bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kian gencar menggelar sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait produk investasi.

Selain bertujuan meningkatkan literasi keuangan, terutama dalam hal investasi di pasar modal, kegiatan ini juga ingin menjadikan investasi bagian dari kebutuhan dan gaya hidup. Branch Manager MNC Asset Management Surabaya, Yudhi Aldisa mengatakan, MNC Asset Management akan memanfaatkan kegiatan ini secara maksimal untuk meningkatkan literasi keuangan kepada masyarakat.

“Investasi sudah bukan sesuatu yang harus diniati untuk dimulai, tetapi sudah harus menjadi kebiasaan,” katanya pada Pameran Reksa Dana di Aula Balairung Telkom Regional V, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (10/11).

Dengan begitu, kata Yudhi, ketika ada dana lebih, masyarakat bisa langsung menginvestasikan dana tersebut. Menurutnya, pasarnya masih besar dan pihaknya optimistis bisa mengambil peluang tersebut. Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan, per Agustus 2017 jumlah investor pasar modal sebanyak satu juta lebih.

Dari jumlah itu, sebanyak 523.309 tercatat sebagai investor reksa dana. “Data ini menunjukkan masih besarnya pasar untuk melakukan penetrasi investasi reksa dana di Indonesia, khususnya di Jatim,” katanya. Kepala OJK Kantor Regional (KR) 4 Jatim mengakui pemahaman masyarakat di Jatim terhadap investasi di pasar modal sangat kecil.

Saat ini baru sekitar 67.000 orang atau 0,1% dari total jumlah penduduk di Jatim sekitar 39 juta jiwa yang memahami investasi di pasar modal. Kondisi ini, kata dia, adalah tantangan untuk pasar modal. Pihaknya mendorong masyarakat yang lebih luas agar bisa masuk dan mau berinvestasi di pasar modal.

“Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terhadap produk-produk di pasar modal sangat dibutuhkan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat lebih luas dalam investasi di pasar modal,” ujarnya. Jatim, kata dia, memiliki potensi yang besar untuk memberikan kontribusi bagi pengembangan pasar modal di Indonesia.

Selain menarik lebih banyak pemain saham, tak kalah penting juga menggaet para pelaku usaha pemula (start up) yang banyak tumbuh di Jatim. Para startup ini cukup potensial juga untuk diajak go public menarik masyarakat lebih luas agar mau berinvestasi di pasar modal. “Saat ini startup banyak bermunculan. Ini potensi yang harus ditangkap,” ujarnya.

lukman hakim