Edisi 14-11-2017
Keane Suka Bercanda, O’Neill Pandai Bangkitkan Motivasi Pemain


Lolos tidaknya Republik Irlandia ke Piala Dunia 2018 masih harus ditentukan dini hari nanti.

Jika lolos, hasil itu menjadi sejarah baru setelah pada tiga edisi Piala Dunia sebelumnya Rep Irlandia gagal melangkah ke putaran final. Terakhir kali mereka tampil di putaran final pada Piala Dunia 2002. Saat itu, mereka berhasil ke babak 16 besar. Setelah itu, Rep Irlandia kemudian absen pada edisi 2006 di Jerman, 2010 (Afrika Selatan), dan 2014 (Brasil).

Padahal, mereka memiliki materi pemain yang sebagian besar bermain di Liga Primer. Dini hari nanti, masa depan mereka ditentukan. Apakah menjadi bagian dari 32 tim yang berpesta di Rusia atau jadi penonton seperti tahun-tahun sebelumnya.

Beban itu tidak hanya ada di pundak pemain, tapi juga tim pelatih, yakni Martin O Neill yang didampingi Roy Keane. Pelatih dan asisten yang memiliki karakter berbeda, tapi sudah mengantarkan The Boys in Green mencapai babak 16 besar Piala Eropa 2016.

Keduanya disebut sebagai perpaduan unik. O’Neill terkesan sebagai pelatih yang santun dan tidak terlalu meledak-ledak. Sifat ini berbanding terbalik dengan Keane yang komentarnya sering membuat panas kuping rival. Bahkan, ada yang mengibaratkan mereka berdua layaknya polisi baik vs buruk.

“Polisi baik dan buruk? Saya tidak tahu tentang itu. Mereka berdua bisa sama jadi polisi yang buruk jika mau. Mereka sama-sama bergairah dengan pekerjaan itu,” kata mantan pemain Rep Irlandia Shay Given, dikutip The Independent.

Pemain yang memiliki 134 caps bersama Rep Irlandia dan pernah bekerja di bawah keduanya tersebut menjelaskan jika Keane tetap memiliki rasa humor yang sayangnya tidak semua orang mengetahuinya. Menurutnya, banyak orang, terutama media, hanya melihat sisi serius mantan pemain Manchester United itu.

Keane, lanjut Given, suka bercanda, lembut, tapi sangat serius dalam pekerjaannya. “Dia membawa kualitas sebagai mantan pemain, pelatih, dan pribadi. Jadi, ketika dia berbicara, Anda mendengarkan. Jika Anda berasal dari negara kecil seperti Rep Irlandia, dia adalah salah satu putra kami yang paling terkenal,” tandasnya.

O’Neill memiliki gaya berbeda. Pelatih berusia 65 tahun itu sangat pintar saat berbicara dengan pemain. Dengan gaya bicaranya, dia mampu membangkitkan pemain yang sedang terpuruk.

“Dia sangat pintar ketika berbicara kepada orang-orang. Karena itu, saya berpikir keduanya sangat cocok dalam arti mereka adalah dua orang paling terkenal di Irlandia dan mereka bertanggung jawab atas tim Irlandia. Ini bagus untuk negara,” pungkasnya.

Ma’ruf

Jakarta

Berita Lainnya...