Edisi 14-11-2017
Spesialis Play-Off


PIRAEUS - Kontrak permanen sudah sepantasnya diberikan Federasi Sepak Bola Kroasia (HNS) kepada Zlatko Dalic.

Sentuhan magis pelatih berusia 51 tahun tersebut sukses meloloskan Vatreni ke Piala Dunia 2018 seusai menahan Yunani 0-0 di leg kedua play-off , Senin (13/11). Kroasia melaju ke Rusia dengan agregat 4-1, hasil kemenangan mereka di leg pertama, Jumat (10/11).

Itu menjadikan keikutsertaan kelima Kroasia di Piala Dunia setelah 1998, 2002, 2006, dan 2014. Hasil bagus di Stadion Georgios Karaiskaki semakin mempertegas Luka Modic dkk sebagai spesialis play-off .

Seperti diketahui, mereka lolos ke Piala Dunia 1998 dan 2014 serta Piala Eropa 2004 dan 2012 melalu jalur yang sama. Di luar itu, kesuksesan Kroasia membuat nama Dalic dieluelukan publik Kroasia. Kinerjanya tergolong luar biasa mengingat sebelumnya dia tidak terlalu diperhitungkan.

Saat HNS menunjuk Dalic sebagai suksesor Ante Cacic pada 7 Oktober lalu, Kroasia memang membutuhkan pelatih yang siap bekerja. Dalic memenuhi persyaratan tersebut lantaran berada dalam posisi lowong setelah meninggalkan klub Uni Emirat Arab Al- Ain, Januari lalu.

Rekam sejak kepelatihannya juga tidak terlalu mentereng. Dalic hanya menangani tim-tim seperti Varteks (2005-2007), Rijeka (2007-2008), Dinamo Tirana (2008- 2009), Slaven Belupo (2009-2010), Al-Faisaly (2010-2012), Al-Hilal B (2012-2013), Al-Hilal (2013), dan Al- Ain (2014-2017).

Di level tim nasional, dia pernah menjadi asisten pelatih Kroasia U-21 (2006-2011). Tapi, hal itu justru menempa Dalic menjadi pelatih tangguh. Mentalitas itu ditularkannya kepada anggota skuad. Terbukti, Kroasia mengalahkan Ukraina 2-0 di laga pamungkas penyisihan Grup I, 9 Oktober, hingga akhirnya lolos ke Piala Dunia 2018.

Pujian datang dari sang kapten Luka Modric. Menurutnya, pengaruh yang diberikan Dalic sangat positif bagi tim dan para pemain merasa sangat nyaman. Gelandang Real Madrid tersebut mendesak HNS segera menyodorkan kontrak resmi kepada Dalic .

“Akan sangat gila jika Dalic tidak memimpin Kroasia di Piala Dunia 2018. Dia telah melakukan pekerjaan fenomenal. Kami semua gembira karena Kroasia lolos ke Piala Dunia,” kata Modric, dilansir FIFA .

Kendati berperan besar atas pencapaian Kroasia, Dalic bersikap merendah dengan mengatakan dirinya hanya meneruskan pekerjaan Cacic. Menurutnya, tidak sulit menangani Vatreni karena telah memiliki fondasi bagus dan diperkuat pemain-pemain berkualitas.

Mengenai laga leg kedua play-off , Dalic menilai timnya kesulitan mencetak gol bukan hanya faktor kelelahan, tapi juga agresivitas Yunani yang tampil bersemangat di hadapan pendukungnya di Stadion Stadio Georgios Karaiskaki. “Pertandingan leg kedua sangat bagus dan berjalan dengan tensi tinggi.

Kami menunjukkan performa oke di leg pertama, sedangkan di laga kedua jauh lebih sulit. Tapi, saya tidak peduli dengan siapa yang kami hadapi. Saya selalu yakin Kroasia mampu mengalahkan tim mana pun,” tutur Dalic. Kegembiraan Kroasia berbanding terbalik dengan Yunani.

Tim berjuluk Ethniki tersebut menelan pil pahit gagal berangkat ke Rusia. Menanggapi hal itu, Pelatih Michael Skibbe menilai timnya sudah hancur sejak kekalahan di leg pertama.

“Kami melakoni 12 pertandingan babak kualifikasi dengan baik. Tapi, di level sepak bola tertinggi, Anda tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apa pun karena itu berakibat fatal,” tandasnya.

alimansyah