Edisi 14-11-2017
Mengoleksi Karya Seni


MEMBELI mobil mewah, rumah akhir pekan, serta melakukan olahraga ekstrem adalah sejumlah hobi yang dilakukan para technopreneur terkaya.

Namun, ada satu hobi lagi yang sekarang sedang diminati, yakni mengoleksi karya seni. Walau teknologi dan seni terlihat jauh berbeda, keduanya sama-sama membutuhkan kreativitas tinggi. Hal itu yang dirasakan Paul Allen, yang bersama Bill Gates mendirikan Microsoft.

Allen mengaku sangat tertarik dengan seni dan menghabiskan banyak sekali uang yang dia dapat di Microsoft di bidang karya seni. Salah satunya mendanai pameran seni papan atas, Seattle Art Fair. Dan Allen adalah seorang kolektor seni yang sudah sangat populer.

Dia selalu muncul di daftar Top 200 Collectors List versi ArtNews . Koleksinya meliputi karya-karya Giacometti, Monet, Gauguin, Rodins, Calders, Rothko, Lichtenstein, hingga Damien Hirst. Total sudah ada 300 karya seni yang dia koleksi di 47 tempat berbeda.

Sebagian tersimpan di galeri seni dan sebagian lagi di rumahnya. “Rasanya luar biasa bahwa Anda bisa menikmati karya seni di rumah Anda setiap hari,” katanya. Pada 2012, Allen mendapatkan peng har gaan filantropi dari Americans for the Arts (organisasi filantropi untuk seni), ka re na berkontribusi pada dunia seni Ame rika yang mencapai lebih dari USD100 juta.

Seattle Art Fair, event pertama yang dia bidani, berupaya menggabungkan kurator seni dan galeri seni lokal Seattle dengan ga leri internasional. Tentu saja dengansen tuhanteknologi, sepertiinstalasi video, suara, dan digital, medium yang familier dengan para technopreneur .

danang arradian