Edisi 14-11-2017
Roket dan Jam 10.000 Tahun


PENDIRI Amazon, Jeff Bezos, punya ketertarikan tinggi terhadap roket dan luar angkasa.

Hobinya itu diwujudkan lewat Blue Origin, perusahaan roket dan penerbangan luar angkasa swasta yang berencana mulai membawa turis jalan-jalan ke luar bumi mulai 2018. Bezos menyatakan, sudah ribuan orang mengaku tertarik dan bersedia membayar untuk mengikuti tur luar angkasa itu, tetapi hingga kini Blue Origin belum menetapkan harga maupun menjual tiket.

Para turis ruang angkasa itu nantinya naik kapsul New Shepard yang muat enam penumpang dan terbang dari situs pelun curan di Texas, AS, hingga batas suborbital atau sekitar 100 km di atas permukaan bumi. Jadi, New Shepard tidak akan sampai mengorbit bumi.

Selama beberapa menit di batas suborbital, enam penum pang itu akan bisa menikmati suasana ruang angkasa, seperti keadaan tanpa gravitasi dan melihat pemandangan bumi dari luar angkasa. Kemudian, kapsul tersebut masuk lagi ke atmosfer dan mendarat.

Selain Blue Origin, Jeff Bezos juga sangat tertarik dengan Apollo F-1 yang terbang ke bulan pada 1960 dan 1970-an. Bezos lantas mendanai misi pencarian dua mesin Apollo F-1 yang terkubur di keda laman 4.200 meter di Samudra Atlantik sejak 2013.

Mesin roket tersebut akhirnya dipajang di Museum Pener bangan di Seattle pada 2015 sesuai permintaan Bezos. Bezos memang jauh dari sosok flamboyan dan gaya hidup materialistis. Setelah menjadi triliuner pun, dia masih diantar istrinya menggunakan Honda Accord keluaran 1996 ke kantor.

Tetapi, tentu saja Bezos juga memiliki koleksi “mainan” mahal. Misalnya, pesawat jet bisnis bermesin kembar Gulfstream G-650ER keluaran 2015 yang dibelinya seharga USD65 juta (Rp866 miliar). Selain tercepat (kecepatan maksi mal nya 1.140 km/jam), jet bisnis tersebut juga memiliki jarak tempuh paling jauh.

Di Texas, Bezos juta memiliki properti yang unik. Tim ilmuwan tengah menyele saikan pembangunan sebuah jam raksasa yang diklaim mampu bertahan hingga 10.000 tahun. Jam tersebut diba ngun lewat Yayasan bernama The Long Now, di mana Bezos menginvestasikan dana senilai USD42 juta (Rp550 miliar).

danang arradian