Edisi 14-11-2017
Kota Depok Raih Penghargaan AMPL


DEPOK - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok meraih penghargaan terkait Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Nasional (AMPL) dari Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Anugerah ini sebagai komitmen pemerintah daerah dalam mengelola sanitasi dan limbah. Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad mengatakan, pengelolaan sanitasi yang modern di Kota Depok telah mendapat pengakuan dari pemerintah pusat.

Hal ini diraih lewat penilaian cukup ketat dari Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Nasional (Pokja AMPL Nasional). “Bisa dilihat dari kerja sama dengan kementerian untuk keputusan pengolahan limbah tinja yang kami lakukan beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Idris mengatakan melalui dukungan APBD Pemkot Depok telah melakukan pengembangan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang berada di Kalimulya Cilodong. “Ini lebih modern dan lebih banyak untuk menampung kapasitas serta kedap air. Karena, kami menggunakan fiber sebagai materialnya,” tuturnya.

Kota Depok merupakan satu dari sembilan kota/kabupaten se-Indonesia yang mendapatkan penghargaan AMPL dengan kategori komitmen pemerintah daerah dalam pengelolaan air limbah. Pemkot Depok fokus dalam membangun persepsi masyarakat terkait pentingnya akses sanitasi dan air bersih yang layak.

Selain itu, Pemkot Depok juga kerap memfasilitasi pembangunan septic tank untuk masyarakat. Hal ini dilakukan sekaligus untuk mengedukasi masyarakat pentingnya memiliki septic tank yang layak dan sesuai standar. “Kami melakukan kolaborasi antara pelaku usaha dan CSR untuk pembangunan septic tank dari sisi pembiayaan.

Pembiayaan ini sifatnya subsidi sehingga kami tidak berikan begitu saja,” ucapnya. Hingga saat ini Kota Depok telah membangun 800 septic tank di 31 titik. Satu titik bisa menampung 40 kepala keluarga (KK).

Karena itu, dia berharap dengan semakin modernnya pengolahan sanitasi, masyarakat bisa terus meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya pemenuhan akses universal untuk sanitasi dan air minum yang layak. “Mudah-mudahan terbentuk persepsi masyarakat terkait lingkungan hidup dan pentingnya perhatian terhadap sanitasi.

Tentu, ini juga dalam rangka mencapai target akses universal 2019,” tandasnya. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Depok M Supariyono menuturkan, keberhasilan itu jangan membuat pemerintah berpuas diri.

Namun, harus semakin memacu kinerja pemkot untuk semakin mengembangkan pengelolaan sanitasi yang lebih baik. Dia mengapresiasi prestasi tersebut karena penghargaan ini merupakan pengakuan dari pemerintah pusat terhadap pengelolaan sanitasi yang sudah modern di Kota Depok.

“Tentu, atas penghargaan yang telah dicapai ini perlu menjadi bahan evaluasi. Pengimplementasian atas pengelolaan sanitasi yang selama ini sudah berjalan harus lebih optimal lagi agar manfaatnya dapat semakin dirasakan oleh masyarakat luas,” katanya.

Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi dan pengelolaan limbah juga perlu ditingkatkan. Di sisi lain, Pemkot Depok untuk terus memperbaiki pengelolaan sanitasi tersebut dapat berjalan secara berkesinambungan.

“Dengan demikian, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi milik pemkot. Namun, masyarakat juga telah terbangun kesadarannya bahwa persoalan sanitasi dan pengelolaan limbah menjadi hal penting bagi keberlangsungan hidup mereka,” sebutnya.

r ratna purnama