Edisi 14-11-2017
Petilasan Raja Majapahit Tertimpa Pohon Tumbang


MOJOKERTO – Bangunan bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit berupa petilasan Raden Wijaya di Dusun Kedungwulan, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur mengalami kerusakan cukup parah.

Siti Inggil, petilasan salah satu Raja Majapahit itu diterjang angin kencang yang merobohkan salah satu pohon besar di tempat ini, kemarin. Sekitar pukul 12.30 WIB, hujan deras dan angin kencang menerjang sebagian wilayah Mojokerto. Tak terkecuali di Kecamatan Trowulan.

Di kawasan wisata sejarah Siti Inggil, angin kencang menerpa pohon beringin yang berukuran besar. Tak kuat menahan derasnya hujan dan kencangnya angin, pohon ini lantas tumbang dan menimpa sejumlah bangunan di situs kuno tersebut. Pantauan di lapangan, bangunan yang merngalami kerusakan adalah dua bangunan yang merupakan loket masuk tempat wisata ini.

Tak hanya itu, pohon beringin yang ditanam sekitar 1973 itu juga menimpa dua warung yang berada di luar bangunan situs kuno. Beruntung, peristiwa ini tak memakan korban. Namun kejadian ini cukup merepotkan petugas jaga situs untuk mengevakuasi reruntuhan pohon dan bangunan. “Pohon beringin ini memang agak miring.

Begitu terkena angin kencang, langsung roboh,” ujar Abdul Qofur, juru kunci situs Siti Inggil. Ia menyebut, tak lama hujan turun di lokasi ini, tiba-tiba muncul angin kencang dari arah barat. Tak lama berselang, angin kencang itu lantas merobohkan pohon beringin yang berada di dalam lokasi petilasan.

Beruntung, katadia, saat kejadian berlangsung, tak banyak wisatawanyangberada dilokasi ini. “Hanya ada beberapa wisatawan. Tapi semuanya selamat karena pohon yang tumbang tidak sampai menimpa bagian dalam petilasan,” paparnya.

Bangunan yang tertimpa pohon beringing ini, lanjut dia, merupakan bangunan yang dibangun Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Mojokerto. Bagian atap bangunan rusak berat setelah ditimpa pohon besar tersebut.

“Warungnya juga dalam kondisi tutup sehingga tak ada korban jiwa. Evakuasimungkinbisadilakukan esok hari,” tambahnya. Sementara di awal musim hujan ini, bencana angin kencang sering terjadi di Mojokerto. Beberapa hari sebelumnya, beberapa gapura majapahitan di Kecamatan Trowulan juga roboh akibat diterjang angin kencang.

Sebuah mobil milik PNS di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto juga mengalami rusak berat setelah tertimpa pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kecang. Di Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto juga terjadi bencana angin kencang yang merobohkan sejumlah pohon besar. Beruntung bencana ini tak memakan korban.

“Kecamatan Mojoanyar memang masuk dalam wilayah daerah rawan bencana angin kencang dan puting beliung,” ujar kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini. Peta bencana, kata dia, sudah dibuat.

Selain daerah rawan bencana banjir, tanah longsor dan puting beliung, juga rawan angin kencang. Daerah yang rawan bencana puting beliung dan angin kencang, lanjut dia, diantaranya adalah wilayah Kecamatan Mojoanyar, Gedeg, Dawarblandong, Jetis, dan Kemlagi. Selain bencana angin puting beliung, ia juga meminta agar masyarakat waspada terhadap bencana banjir.

tritus julan