Edisi 14-11-2017
Ratusan Kades Dua Bulan Tak Digaji


SIMALUNGUN – Sekitar 386 kepala desa di Kabupaten Simalungun mengeluhkan belum dibayarkannya honor perangkat desa selama dua bulan mulai dari September-Oktober, padahal tahun anggaran 2017 menyisakan sebulan lagi.

Sejumlah kepala desa yang dihubungi Koran SINDO, Senin (13/11) mengatakan, belum dibayarkannya honor perangkat desa karena belum dicairkannya alokasi dana desa/nagori (ADN) oleh Pemkab Simalungun. Kepala Desa Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, Suhardi mengatakan, akibat belum dibayarkannya honor perangkat desa, operasional kepala desa dan perangkatnya terganggu.

“Operasional kepala desa dan perangkatnya sangat terganggu akibat belum dibayarkannya honor selama dua bulan, dari mana mau dibuat untuk biaya bahan bakar kendaraan yang digunakan untuk menjalankan tugas, belum lagi biaya makan dan sehari-hari,” ujar Suhardi.

Dia mengharapkan Pemkab Simalungun bisa segera membayarkan honor yang belum dibayarkan selama dua bulan tersebut. Karena sangat dibutuhkan untuk biaya hidup keluarga apalagi menjelang akhir tahun ini.

Hal sama disampaikan salah seorang kepala desa di Kecamatan Gunung Malela yang minta namanya tidak ditulis mengaku, terpaksa membatasi operasional kepala desa seperti melakukan kunjungan kerja ke dusun-dusun karena ketiadaan biaya operasional.

Pihak Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (BPMN) Pemkab Simalungun yang dikonfirmasi melalui Kepala Dinas Kominfo Akmal H Siregar mengatakan, honor kepala desa saat ini sedang diproses dan kemungkinan dalam waktu dekat ini sudah bisa dicairkan.

ricky hutapea