Edisi 14-11-2017
Salah Tangkap, Oknum Polisi Dilaporkan


MAKASSAR – Oknum polisi dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel setelah diduga salah menangkap warga sipil.

Kejadian salah tangkap itu dialami Reynaldi Dwi Putra alias Nando, 21, bersama rekannya Edwin Putra Polopadang, 22, pada Jumat (10/11) lalu. Orang tua korban yang keberatan akhirnya mengadu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulse, Sabtu (11/10).

Dugaan penganiayaan dan salah tangkap itu diketahui khalayak setelah orang tua Nando melalui akun media sosial Facebook miliknya mengunggah foto putranya dengan luka di sekujur tubuh. Pada akun dengan nama Hilda Susanty Hamzah itu diketahui pemuda yang disapa Nando dirawat di rumah sakit seusai dihajar oknum polisi.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan insiden dugaan salah tangkap tersebut. Dicky menyebutkan korban telah melaporkan kejadian itu ke kepolisian. “Sudah dilaporkan, tapi saya tanya Kabid Propam ternyata laporannya di SPKT.

Harusnya langsung ke Propam,” kata Dicky ditemui di ruang kerjanya. Kasus tersebut dilaporkan ke Polda Sulsel berdasarkan laporan nomor STTLP/527- /XI/2017/SPKT tertanggal 11 November 2017.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Nando, warga Kompleks Permata Regency Sudiang No 1 Makassar, dan rekannya Edwin, warga Jalan Poros Kariango, Kabupaten Maros, ditangkap pada 10 November lalu. Keduanya diciduk di Jalan Sultang Alauddin, depan Gedung Juang 45.

Bukan hanya ditangkap, Nando dan rekannya pun harus menerima perlakuan tidak manusiawi. Keduanya dihajar sejumlah personel reserse di lorong sempit. Dikonfirmasi, Nando tidak pernah menyangka menjadi korban salah tangkap saat berhenti di depan Gedung Juang 45.

Tiba-tiba sejumlah aparat berlari ke arahnya. Sontak hal itu membuat korban panik dan langsung tancap gas motornya memasuki lorong. Namun, personel polisi lebih cepat dan berhasil menangkap dua remaja tersebut.

Selanjutnya mereka dianiaya menggunakan benda tumpul hingga ditendang masuk ke selokan. Selanjutnya mereka digelandang ke Polsek Rappocini. Di sana baru diketahui kedua remaja itu bukan buronan yang dicari sehingga dibebaskan dengan membuat surat pernyataan.

mustafa layong