Edisi 14-11-2017
Kejari Segera Eksekusi Eks Sekwan


GUNUNGKIDUL – Kejaksaan Negeri Gunungkidul sudah menjebloskan 11 mantan anggota DPRD Gunungkidul periode 1999-2204 ke Rumah Tahanan kelas II B Wirogunan, Yogyakarta dalam kasus korupsi APBD senilai Rp3,2 miliar.

Satu lagi terdakwa yang segera menyusul rekan-rekannya, yakni mantan Sekretaris DPRD (Sekwan) Aris Purnomo. Hal ini dipastikan setelah Kejaksaan Negeri Gunungkidul mendapatkan pemberitahuan ditolaknya kasasi atas terdakwa korpusi APBD Gunungkiduk Aris Purnomo oleh Mahkamah Agung (MA).

Dengan demikian, putusan majelis hakim tetap memenjarakan mantan orang penting di Pemkab Gunungkdul tersebut 1 tahun penjara. Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Gunungkidul Sihid Isnugraha mengatakan, surat pemberitahuan sudah diterimanya sejak September lalu.

Namun demikian, hingga kini salinan putusan yang digunakan sebagai acuan eksekusi atas kasus kasasi perkara hukum ini belum juga diterima. “Yang sudah kan ada 13 itu kita eksekusi, dan sekarang baru satu pemberitahuan, lainnya kami belum tahu,” terangnya kemarin.

Kendati demikian, pihaknya hingga kini masih menunggu salinan putusan dari MA. Kejari, kata dia, tidak bisa asal melakukan eksekusi tanpa ada salinan yang jelas. Untuk itu, dia meminta publik tetap bersabar dan ikut mengawal proses eksekusi terhadap 33 mantan anggota DPRD Gunungkidul.

“Nanti kalau sudah ada putusan pasti untuk Aris Purnomo akan kita eksekusi, yang kami terima baru pemberitahuan kalau kasasi ditolak MA,” tandasnya. Diapun berjanji akan aktif dan mengirimkan surat kepada MA untuk segera menerbitkan amar putusan MA sehingga bisa menjadi acuan untuk menindak lanjuti dengan melakukan penahanan dan memasukkan ke penjara.

“Kita proaktif. Kita segera surati terkait dengan surat pemberitahuan ini,” ujar Sihid. Sementara aktivis Gerakan Masyarakat Anti Mafia Peradilan (Geramp) Surya Gautaman PMW mengatakan, pihaknya menganggap kejari Gunungkidul kurang bersemangat dalam meneruskan kasus perkara besar korupsi APBD dengan kerugian negara lebih dari Rp3 miliar tersebut.

Semestinya, setelah menerima pemberitahuan pad September lalu, segera dikawal dengan cepat sehingga salinan putusan diterima. “Kami dorong Kejari Gunungkidul lebih serius mengungkap kasus korupsi yang menjadi sorotan public dan nilainya besar,” ucapnya.

suharjono