Edisi 15-11-2017
Pejabat DKI Diminta Siaga Banjir


JAKARTA–Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta wali kota, camat, dan lurah siaga dan tidak menunggu laporan dalam menangani masalah banjir.

Dengan begitu, korban jiwa akibat banjir dapat dicegah. “Pak Gubernur sampaikan ke - pa da camat dan lurah untuk men jemput bola. Antisipasi di mana titik-titik yang berisiko banjir. Enggak bisa menunggu laporan,” kata Sandi kemarin. Menurut Sandi, saat ini, cuaca semakin sulit diprediksi.

Untuk itu, para camat serta lu - rah yang lokasinya rawan banjir diminta selalu siaga. Sebab, pe - nanganan banjir harus di la ku - kan secara cepat agar tidak me - nimbulkan korban. “Kita me - mas tikan, ini pengarahan Pak Gubernur dan seluruh pamong, wali kota, lurah, camat, untuk siaga untuk betul-betul on call.

Karena penanganannya harus on the spot,” ujarnya. Sandi juga menekankan pen tingnya perawatan saluran air agar tidak terjadi penyum - bat an seperti yang telah dila ku - kan pada Banjir Kanal Barat (BKB) Tanah Abang. “Kami pas - ti kan tidak ada gangguan.

Kami juga pantau dari smart city, pre - diksi daerah mana yang ada ge - nangan,” ujarnya. Kepala BPBD DKI Jakarta Jupan Royter mengatakan, hu - jan deras yang mengguyur Ja - kar ta membuat beberapa titik tergenang banjir. Meski begitu, banjir tidak berlangsung lama karena penanganan banjir lang - sung surut usai ditangani Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Ja - karta.

“Nah pagi tadi (kemarin) titik banjir sudah tidak ada. Su - dah surut langsung menjelang tengah malam,” katanya. Jupan mengakui, saluran air yang tertata dengan baik dan tanggapnya dinas teknis yang langsung menyebar pompa mobile ke beberapa titik lokasi ban - jir ditambah bantuan mobil di - nas pemadam kebakaran mem - buat air dengan cepat surut.

Senada, Kasudin Tata Air Pemkot Jakarta Barat Imron mengatakan, banjir kali ini tidak separah beberapa tahun lalu. Dia mengaku, saat hujan mulai turun pihaknya langsung memanasi sejumlah pompa air, menyebar pompa mobile, dan me ngerahkan ratusan petugas.

Truk-truk ber - siaga di lokasi ra wan banjir dan membantu pe ngangkutan sam - pah yang nyang kut di sungai. Terhadap titik banjir yang parah seperti di Jalan Patra, Ke - bonJeruk, Imronmengakuha rus menambah pompa se ba nyak dua buah. “Itu juga belum cukup. Jadi, kami berencana menambahkan dua pompa lagi kapasitas 1.000 liter/detik,” ucapnya.

Dia menilai, banjir yang ter - jadi di Jakarta Barat, khususnya di wilayah Kebon Jeruk, tidak bisa dihindari. Tingginya debit air di beberapa kali seperti Kali Pesanggrahan, Sekretaris, hing ga Angke Hulu, membuat air dengan cepat meluap ke ja - lan.

Kondisi ini diperparah de - ngan banyaknya pompa air yang rusak dan penyempitan bibir kali seperti yang terjadi di Kali Sekretaris dari yang semestinya 13 meter, kini menjadi 2 meter. Selain masalah banjir, curah hujan yang meningkat tajam juga membuat ribuan pohon di wila - yah Jakarta Barat rawan tum - bang.

Untuk mengantisipasi terja dinya insiden pohon tumbang, petugas melakukan penopingan. Kasudin Kehutanan Pemkot Jakarta Barat Aris Firmansyah mengatakan, ada ribuan pohon yang diminta masyarakat untuk ditoping. Beberapa di antaranya bahkan diminta untuk ditebang karena dianggap mem ba ha ya - kan.

“Sebulan paling kita bisa no ping 300-500 pohon,” tutur - nya. Aris membantah jika pe - nopingan harus mendapat izin dari Pelayanan Ter padu Satu Pintu (PTSP). Sebab me nu rut - nya, penebangan pohon ke ba - nyakan untuk urusan bisnis se - hingga diperlukan izin untuk penebangan.

Aris menilai, izin penebangan diperlukan karena target DKI mencapai 30% zona hijau hing ga kini belum ter - capai. “Ka lau asal tebang aja, nan ti pohon habis,” tuturnya.

Pakar air dari Universitas Pancasila (UP), Huasaini me nu - turkan, normalisasi adalah cara terbaik membenahi infra struk - tur karena bisa meningkatkan daya tampung. Namun, nor ma - li sasi hanya salah satu faktor se - bab masih ada faktor yang lebih besar, yaitu kebiasaan ma sya ra - kat membuang sampah.

yan yusuf/ r ratna purnama/okezone