Edisi 15-11-2017
Tokoh Agama Sepakat Atasi Stunting


JAKARTA - Para tokoh lintas agama menggelar pertemuan di Jakarta membahas isu pencegahan stunting atau kondisi gizi buruk pada anak balita.

Dalam pertemuan selama dua ha - ri (14-15/11) yang difasilitasi IMA World Health itu, para to - k oh sepakat mengatasi stunt - ing. ”Bangsa ini akan ke hi lang - an generasi yang cerdas jika stunt ing tidak ditangani d e - ngan serius,” kata team leader Ima World Health, M Ridwan Ha san, saat membuka forum di alog lintas agama.

Ridwan mengungkapkan saat ini 9 juta balita di In do ne - sia menderita stunting.Jum lah ini lebih dari sepertiga ba li ta di seluruh Indonesia. Se men tara di Asia Tenggara, In do ne sia menempati urutan ke ti ga setelah Laos, Kamboja, dan Timor Leste yang memiliki ang ka stunting tertinggi.

Fa ta yat NU telah mencanang kan Ba ris an Na sio nal Cegah Stunting. Se dangkan Nasyia tul Ai syi yah (NA) mengukuh kan Ke luar ga Mu da Tang - guh Nasyiah ser ta upaya pembe kalan kader dan je ja ringnya.

Se lain itu, ada pula kolaborasi an tara Per sa tuan Ah li Gi zi Indonesia (Persagi) ber sama organisasi berbasis Is lam Fa ta yat dan ke luarga be s ar Nahdlatul Ulama, Na syia tul Aisyiyah, dan keluar ga be sar Mu ham ma di yah ser ta Pel kesi dan jejaring de no - mi nasi Kristen.

Ketua Bidang Organisasi dan Ta ta Laksana DPP Persagi Kresnawan mengatakan, stunt ing ti - dak hanya dialami oleh keluarga yang berlatar be la kang ekonomi ku rang mam pu, tapi juga terjadi pa da ke luar ga ekonomi mampu. ”Se ca ra nasional, prevalensi stunt ing masih tinggi yakni 37,2%.

Ber dasarkan riset, angka stun t ing di keluarga miskin 48,4%. Sedangkan angka stunt - ing di ke luar ga kaya 29%.” Majelis Tarjih dan Tadjid PP Mu hammadiyah Ustaz Wa wan Gu nawan Abdul Wahid me nga - t a kan saat ini perlu ada ker ja ber sama lintas agama u n tuk men cegah stunting. ”Mari ji had ber sama melawan stunt ing.

Per juangan ini dilakukan un tuk ke pentingan generasi ma sa de pan Indonesia,” kata Wawan. Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ahmad Ishomuddin me nga ta - kan, stunting jangan hanya didis kusikan tapi tidak ada up aya konkret untuk melakukan im plementasi pencegah annya. ”Kalau ini yang terjadi (hanya membahas tanpa aksi) maka kita semua yang membahas ini berdosa,” kata Ishomuddin.

nuriwan trihendrawan