Edisi 15-11-2017
Bangunan Sekolah Rusak, Ratusan Ribu Siswa Terancam


BOGOR - Ribuan gedung sekolah di Bogor mengalami kerusakan. Kondisi ini dinilai membahayakan dan mengancam keselamatan ratusan ribu siswa yang tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).

Manajer Program Kopel In donesia Anwar Razak me - nye butkan, ribuan ruang se - ko lah rusak itu tersebar di 10 ke camatan, yakni Parung Pan jang 34%, Tenjolaya, Jong gol sebesar 34%, Cariu 31%, Bojonggede 29%, dan Rumpin 20%. Menurut dia, terdapat 188.340 siswa yang selama ini terpaksa meng - ikuti kegiatan belajar meng - ajar dalam kondisi tidak aman dan nyaman.

“Bahkan keselamatan me - re ka terancam, dan 140.820 anak terpaksa belajar di ruang kelas sekat atau bahkan di te - ras rumah warga karena ke - kurangan ruang kelas. Ten tu - nya, kondisi seperti ini bisabisa jiwa mereka menjadi kor - ban karena kelalaian pe me - rin tah,” kata Anwar.

Sementara itu, ber da sar - kan data Komite Pemantau Legislatif (Kopel) In donesia yang dirilis Ok to ber 2017, sebanyak 6.265 ruang kelas di wilayah Ka bu pa ten Bogor mengalami keru sakan parah maupun ringan. Di sisi lain, atap ruang kelas gedung SDN 1 Cipinang yang berlokasi di Kampung Janala, Desa Cipinang, Rum - pin, Kabupaten Bogor, am - bruk, akhir pekan lalu.

Meski tak ada korban jiwa, hingga kemarin KBM puluhan siswa SDN 1 Cipinang terganggu. Puing-puing plafon yang ber - serakan masih memenuhi ruang sekolah. Agar proses be lajar tetap berjalan, siswa di ungsikan ke ruangan lain sehingga terjadi penumpukan.

Menurut Kepala SD Ne ge - ri 1 Cipinang Umama, am - bruk nya plafon tersebut dise - bab kan kondisi material yang sudah lapuk. “Ambruknya kurang lebih pukul 09.30 WIB,” ujarnya. Saat plafon ruang kelas roboh, anak-anak kelas satu yang berjumlah 19 orang se - dang berada di lapangan.

“Me mang ruang yang selama kami gunakan ini sudah ku - rang layak lagi. Sekarang ini murid kelas satu harus ber - bagi kelas dengan murid kelas enam yang berjumlah 33 orang,” ungkap Umama. Berdasarkan pendataan total empat baris meja yang ada, dua baris di antaranya untuk kelas satu.

Kondisi ini tidak efektif untuk kegiatan be lajar mengajar. “Tapi dari - pa da mereka belajar di teras yang kotor, belum lagi kalau hujan,” ucapnya. Untuk kegiatan belajar me ngajar, siswa kelas satu akan ditempatkan di ruangan kantor kosong yang sudah tidak terpakai.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor Tb Luthfie Syam mengaku bah - wa pihaknya beberapa waktu lalu sempat mendatangi kan - tor Unit Pelaksana Teknis Ku - rikulum (UPTK) Kecamatan Rumpin guna mendata dan menyampaikan apa saja pro g - ram tahun ini.

“Kita segera masukan se - kolah ini dalam program per - baikan ruang kelas. Tapi un - tuk lebih jelasnya nanti kon - firmasikan ke UPT Rumpin agar lebih jelas,” ucapnya.

haryudi