Edisi 15-11-2017
Divonis 1,5 Tahun, Buni Yani Melawan


BANDUNG - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung kemarin menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara kepada Buni Yani dalam kasus pelanggaran terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Sidang dengan agenda pembacaan vonis Buni Yani tersebut di gelar di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip, Jalan Seram, Ko ta Bandung, Jawa Barat. Majelis hakim yang diketuai M Saptono dalam amar putusannya me nyatakan bahwa Buni Yani ter bukti secara sah dan me yakin kan melanggar Pasal 32 ayat 1 juncto Pasal 48 ayat (1) UU ITE ten tang Perubahan atas UU No - mor 11/2008 tentang ITE.

”Menimbang dan memutuskan terdakwa (Buni Yani) di nyatakan bersalah. Karena itu, hakim menjatuhkan hukuman sa - tu tahun enam bulan penjara. Ter dakwa diperintahkan untuk se gera ditahan,” kata M Sap to - no seraya mengetuk palu.

Vonis majelis hakim itu lebih ren dah enam bulan dibanding tun tutan tim jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Depok, Ke jati Jabar, dan Kejaksaan Agung yang menuntut Buni Yani dengan hukuman dua tahun pen jara dan denda Rp100 juta sub sider tiga bulan kurungan.

Sebelum membacakan vonis, majelis hakim memaparkan fakta-fakta persidangan, ke terangan saksi, dan membacakan hal-hal yang meringankan dan mem beratkan.

Menurut majelis hakim, hal yang meringankan adalah Buni Yani belum pernah dihukum, berlaku sopan se - la ma persidangan, dan menjadi tulang pung gung keluarga. Sementara yang mem beratkan, terdakwa tidak merasa bersalah atas perbuatannya dan per buatan terdakwa menimbul kan keresahan antarumat ber agama.

Menurut majelis hakim, tindakan terdakwa dinilai me menuhi beberapa unsur, yak ni unsur sengaja, memiliki ke hendak, serta melakukan per buatan tertentu yang dapat me nimbulkan sebab akibat seperti yang dikehendaki. Sesuai fakta hukum, pada 6 Ok tober 2016 Buni Yani mengung gah potongan video kunjung an mantan Gubernur DKI Ja karta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Se - ri bu pada 27 September 2016.

Ung gahan potongan video berdurasi 32 detik disertai status yang menyinggung Surah Al- Mai dah ayat 51 itu menimbulkan berbagai komentar. Terdakwa tidak mencari video asli dan te tap pada pendiriannya. Karena itu, dinilai memenuhi unsur ke sengajaan sesuai Pasal 32 ayat 1 UU ITE.

Begitu juga dengan unsur me lawan hak terpenuhi. Menurut majelis hakim, terdakwa tidak meminta izin mengunggah dan mengubah video milik Pemprov DKI ke akun Facebook milik terdakwa. Tindakan Buni Yani juga memenuhi unsur mengubah, menambah, dan mengurangi dokumen atau elektronik m ilik orang lain.

Seusai pembacaan vonis, ma jelis hakim meminta pendapat tim JPU dan penasihat hukum Buni Yani. Tim JPU yang di ketuai Andi M Taufik dari Kejaksaan Agung menyatakan pikir-pikir, sedangkan tim kuasa hukum yang dipimpin oleh Aldwin Rahadian menyatakan ban ding dan selama proses itu Buni Yani tidak ditahan.

Selain itu, Aldwin ba kal melaporkan majelis ha kim yang telah me n ja tuh kan vo nis ter hadap kliennya. Pe la pora n di la kukan karena hakim dinilai me nge sam ping kan fak ta per si dang an hingga menjatuhkan vonis yang din i lai berat ter hadap klie nnya.

”Lusa akan la porkan hakim ke Komisi Yu dis ial (KY),” ka ta Aldwin seusai persidangan. Sementara itu, Buni Yani meng anggap putusan hakim yang menjeratnya dengan vonis 1,5 tahun tidaklah mendasar. ”Ti dak mendasar. Tidak sesuai fakta-fakta hukum, kita akan lawan banding, kita sampaikan ming gu depan,” ujarnya.

Buni Ya ni menyatakan dirinya tidak ber salah dan siap dipenjara jika ha rus menjalaninya. ”Jan gan - kan penjara, nyawa pun akan sa - ya antarkan untuk perjuangan ini. Saya tak punya salah apaapa dan saya siap untuk mati,” ka ta Buni Yani di depan massa pen dukungnya seusai sidang.

Meski begitu, Buni Yani berterima kasih kepada sejumlah mas sa pendukungnya yang ikut me ngawal sidang. ”Keluarga sa - ya di Lombok dan Depok dan tim pengacara mengucapkan te ri ma kasih yang sudah me - nga wal, meski saat ini amat m e - nge cewakan,” ucapnya. Seusai ber orasi, Buni Yani dan massa pen dukungnya berdoa bersama di akhiri dengan kumandang tak bir yang diikuti massa.

agus warsudi