Edisi 15-11-2017
Konsistensi Anies-Sandi dan Taman BMW


Kisruh rebutan tugas, wewenang, dan tanggung jawab reklamasi Teluk Jakarta telah selesai dengan cantik dan manis. Judul salah satu media cetak tersebar di medsos: Reklamasi, ‘Luhut: Saya sudah selesai’.

Di dalamnya ter tulis ‘Nah, ke ti ka ditanyai war tawan ihwal NJOP reklamasi itu, Luhut meng - a ku tidak lagi meng urusi proyek re - klamasi. Lu hut menegaskan saat ini re kla ma si teluk Jakarta adalah urus an Gu bernur DKI Anies Ba s - we dan. ”Urus an gubernur sudah itu” tegasnya’.

Konsistensi Anies-Sandi ter kait reklamasi Teluk Jakarta sam pai saat ini patut diacungi jem pol. Anies sewaktu di Ham - ba lang bergeming ketika di - iming-imingi keuntungan re - kla masi Rp77 triliun untuk Pem prov DKI. Reklamasi lebih ba n yak mudarat nya daripada ma n faat, terang Anies.

San di - aga Uno dalam berbagai ke se m - pat an secara tegas juga menga - ta kan, untuk kepastian hukum re klamasi dihentikan. Sud ir - man Said ujung tombak Tim Sin kronisasi Anies-Sandi lebih be rani lagi dalam menyikapi pe - ne kanan Presiden tentang per - lunya menjaga marwah hukum. Si kap Anies-Sandi terhadap re - kla masi justru merupakan si - kap menjaga marwah hukum, te gas Sudirman Said.

Anies-Sandi Sudah Mengantongi Data Taman BMW

Konsistensi menjaga mar - wah hukum Anies-Sandi juga tam pak dipersoalkan rencana mem bangun stadion olahraga di atas tanah Taman BMW (Ber - sih Manusiawi Wibawa) di Kel u - rah an Papango, Jakarta Utara. J

an ji kampanye akan mem ba - ngun stadion olahraga sebagai peng ganti Stadion Lebak Bulus yang digunakan MRT semasa gu bernur sebelumnya, me - mang ditunggu masyarakat Ja - kar ta. Stadion bertaraf in ter na - sio nal dengan fasilitas layaknya Sta dion Old Trafford, markas klub Manchester United, se - dang dirancang.

Pem ba ngun - an nya direncanakan dengan po l a kemitraan dengan swasta, ka ta Sandiaga Uno. Namun, dalam men jaga mar wah hu kum seba gai ma - na yang ditekankan oleh Trio Ma can nya DKI—Anies-San - d i - S u d i r m a n Said—dalam ber - ba gai ke sempatan, tam pak jelas Pem - prov DKI sangat ber hati-hati da lam mem bangun sta - dion olah raga ter - se but.

Pada 8 Agus - tus 2017, Dr. Yu ris - man Star, ke t um LSM Snak Markus (So li da ri tas Na si o - nal Anti-Korupsi dan Makelar K a - sus), diundang oleh Sandiaga Uno un tuk m e ma par - kan persoalan ta - nah Ta man BMW, di ha dapan timnya. Da ri paparan ter se - but, Sandi dan tim hu - kum nya sudah me ngan tongi data dan persoalan Ta man BMW antara lain:

Pertama,kasus Taman BMW su dah masuk KPK sejak 3 September 2012, dan saat ini sudah ada di bagian Penindakan KPK (Surat KPK Nomor: R-4160/40- 43/10/2012, tanggal 31 Oktober 2012).

Kedua, kasus Taman BMW sudah menjadi temuan BPK (LHP BPK RI 2014 dan sudah di PDTT oleh BPK RI tahun 2015).

Ketiga, Taman BMW bukan ha sil konsinyasi dari PT Narpati Estate dan PT Buana Permata Hijau (Surat Keterangan Camat Tan jung Priok No.91/1.711.1/ 1985, Putusan No. 160/G/ 1991/ Tn/PTUN-JKT, Penetapan No.03/Cons/1994/ PN Jkt Ut).

Keempat, SK Hak Pakai dari Ka kanwil BPN tahun 2003 sejumlah 7 SK Hak Pakai, tidak ada alas hak tanah dan sudah gugur de mi hukum (Surat Kakanwil BPN DKI kepada Jaksa Agung Mu da Intelijen No.1055/0-9/ PPS & KP/2009).

Kelima,Berita Acara Serah Terima tentang penyerahan kewajib an PT Agung Podomoro kepada Pemprov DKI tanah se luas 265.335,99 m2dan menunjuk Taman BMW sebagai objek, pada 8 Ju ni 2007, patut diduga bodong dari sisi letak, luas, dan ke ab s ahan SPH (Surat Pelepasan Hak) karena rakyat meng aku tidak punya tanah dan tanda ta ngan di SPH bukan tanda tangannya.

Misteri Sertifikat Tanah Taman BMW

Sepeninggal Gubernur Dja - rot, Pemprov DKI sudah me mi - liki enam sertifikat Taman BMW. Diperoleh informasi, ser - ti fikat P.250/Papango 72.858 m2, P.251/Papango 35.098 m2, P.314/Papango 29.256 m2, P.315/Papango 66.999 m2, P.508/Sunter Agung 30.245 dan P.509/Sunter Agung 28.841 m2. Sertifikat nomor P.250 dan P.251 terbit saat Gu - ber nur Jokowi dan empat ser ti - fi kat lainnya terbit saat Gu ber - nur Djarot.

Melihat gambar le - tak tanah dan luas da lam sertifikat, pa - tut di duga data yang di gunakan Pem prov DKI dalam me mo - hon, meng gunakan Su rat Hak Pakai ta - hun 2003 yang su - dah di nya ta kan gu - gur demi hukum (Ref. Su rat Kakanwil BPN Jakarta ke pa da Jak sa Agung Muda In te li jen tahun 2009). Terbitnya ser ti fikat Taman BMW membawa mis teri, yang patut di duga ada nya pe - mak saan kehendak de ngan menabrak hu kum.

B a gai ma na mung kin alas hak ta nah ti dak jelas dan se dang dalam seng - ke ta di pengadilan bi sa ke luar se rt if i - kat? Hal ini jelas me - lang gar PP No 24/1997 dan PMNA No 3/1997. Konon di ling kungan pegawai BPN sen - di ri juga ada yang menyesalkan, ka rena gegabah.

Sertifikat bukanlah se ga la - nya. Pendaftaran tanah di In do - ne sia menganut asas ‘stelsel ne - ga tif’. Artinya, terdaftarnya n a - ma seseorang di dalam register b u kanlah berarti ‘absolut’ men - ja di pemilik tanah tersebut apa - bi la ketidakabsahannya dapat di buktikan pihak lain.

Beberapa k a sus tanah, Pemprov DKI di gu - gat dan kalah di pengadilan, wa - lau sudah mengantongi ser ti fi - kat. Di sinilah Anies-Sandi ter - tan tang, akankah mereka be r - dua akan menerima ser ti fi kat yang patut diduga bermasalah?

Anies-Sandi Menjaga Marwah Hukum

Dengan jargon menjaga mar - wah hukum dan memb e ri kan ke pastian hukum, Anies-Sandi je las tidak akan gegabah me m ba - ngun stadion olahraga di atas ta - nah bermasalah. Per soal an Ta - man BMW sudah di ke tahuinya se jak mereka ber dua belum di - lan tik.

Tim hukum San di selesai men dengarkan pa paran Snak Mar kus mem be ri kan ke sim pul - an ”Tanah taman BMW bukan mi - l ik DKI dan juga bu kan milik PT Agung Podomoro”. Tim hukum San di patut d i acungi jempol atas ke cer das an nya dalam me ma - hami persoalan. Kiprah Anies-Sandi dalam me ne gakkan hukum dan me lin - dungi hak-hak rakyat sangat di - tunggu rakyat Jakarta.

Akan - kah Gubernur Anies akan me - mo hon pembatalan ser ti fi kat - nya sendiri kepada kepala BPN RI, setelah mempelajari dan me - ngetahui bahwa dokumen yang ada di markasnya Pemprov DKI tidak ada yang mendukung ke - absahan sertifikat? Langkah ter sebut memang belum lazim, te tapi itulah karakter yang di - tung gu rakyat.

Bukan ada udang di balik batu, tetapi se matamata ingin meluruskan dan men dirikan stadion untuk ra k - yat Jakarta di atas tanah yang ha lal, sehingga diridai Allah SWT sesuai keyakinannya. Anies-Sandi tidak ingin mem buat sejarah membangun sta dion olahraga, tetapi kelak di gugat di pengadilan dan ka - lah.

Putusan pengadilan, sta - dion harus dibongkar dan ganti ru gi kepada pemilik tanah. Ti - dak mungkin Anies-Sandi ng o - tot jika dokumennya tidak be - res, mengingat mereka dengan ke ras mengecam berdirinya ba - ngun an di atas pulau reklamasi tan p a dokumen yang sah. Mari kita tunggu kiprah Anies-Sandi. InsyaAllah!

PRIJANTO

Wakil Gubernur DKI Jakarta 2007-2012