Edisi 15-11-2017
Arwana Operasikan Pabrik Keramik Baru


MOJOKERTO– PT Arwana Citramulia Tbk telah mengoperasikan pabrik V di Mojokerto, Jawa Timur, dengan kapasitas produksi hingga 8 juta meter persegi per tahun.

Kehadiran pabrik tersebut diharapkan bisa mendukung efisiensi produksi karena jarak yang lebih dekat dengan target pasar. Direktur Keuangan PT Arwana Citramulia Tbk, Rudy Sujanto mengatakan, nilai investasi Plant V Mojokerto mencapai Rp300 miliar.

“Pabrik ini dibuat untuk memenuhi permintaan keramik dinding di Jawa Timur dan Indonesia Timur,” kata Rudy di sela-sela kunjungan pabrik PT Arwana di Mojokerto, Jawa Timur, kemarin. Adapun saat ini PT Arwana memiliki lima pabrik dengan total kapasitas produksi terpasang sebesar 57,4 juta meter persegi keramik per tahun.

Dengan kapasitas tersebut, manajemen PT Arwana mengklaim telah menduduki posisi 14 sebagai pemilik kapasitas produksi terpasang keramik terbesar di dunia. Pabrik terbaru yang beroperasi tahun ini adalah Plant V Mojokerto, Jawa Timur.

Empat pabrik lain, yakni Plant I Tangerang, Banten, dengan kapasitas produksi 3 juta m2 keramik, Plant II Serang dengan kapasitas produksi 20 juta m2 keramik, dan Plant III Gresik dengan kapasitas 20 juta m2 keramik. Satu lagi, Plant IV Palembang dengan kapasitas mencapai 8 juta m2 keramik.

Namun, utilitas atau tingkat keterpakaian mesin produksi PT Arwana belum 100%. Mereka memperkirakan tahun ini total utilitas produksi sekitar 51 juta m2-52 juta m2 keramik. Sejak Januari-September 2017, produksi keramik Arwana sudah mencapai 87% dari proyeksi utilitas.

Kalau hingga bulan ini mereka memperkirakan produksi telah mencapai 94%. Proyeksi itu sudah memasukkan libur produksi momentum Lebaran. Dalam kesempatan tersebut, Rudy mengatakan, perseroan berencana menambah kapasitas produksi pabrik di Plant IV Palembang, Sumatera Selatan, sebesar 7 juta m2 keramik per tahun.

Tambahan kapasitas itu akan menggenapi total kapasitas Plant IV menjadi 15 juta m2 keramik per tahun. PT Arwana menjadwalkan penambahan kapasitas pabrik mulai dari kuartal I/2018.

“Tanahnya sudah tersedia. Sekarang kami sedang melihat kondisi, jika industri positif, kami segera ambil keputusan,” kata Rudy. Oleh karena itu, PT Arwana hanya perlu menganggarkan dana untuk belanja mesin produksi.

Perusahaan yang tercatat dengan kode saham ARNA di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut menyediakan dana Rp200 miliar. Sumbernya berasal dari dana kas perseroan.

Chief Operation Officer PT Arwana Citramulia Tbk, Edy Suyanto mengatakan, Arwana telah memasok ke lebih dari 25.000 toko bangunan dan toko keramik di seluruh Indonesia. Selain memasok untuk pasar dalam negeri, Arwana juga mengekspor keramik ke beberapa negara, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Mauritius, Filipina, dan Korea Selatan.

“Kami mulai ekspor perdana tahun ini ke Malaysia, Brunei, Mauritius, Filipina, dan Korea. Dalam waktu dekat akan menyusul ke Thailand dan Pakistan,” katanya. Edy mengatakan, ekspor dilakukan mulai tahun ini seiring tambahan kapasitas dari pabrik di Mojokerto.

Sebelumnya kapasitas produksi pabrik Arwana hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Diakui Edy, jumlah keramik yang diekspor masih relatif kecil dari total produksi Arwana. “Karena kami kan baru perdana tahun ini.

Jadi porsinya memang belum besar,” ujar dia. Edy menjelaskan, Plant V Mojokerto dikhususkan untuk memproduksi keramik dinding. Selama ini pasokan keramik dinding hanya mengandalkan Plant II Serang, Banten.

Menurut Edy, Plant V Mojokerto akan memenuhi pasokan untuk pasar Jawa Timur (Jatim) dan Indonesia Timur. Edy mengungkapkan, Plant V Mojokerto sangat efisien dalam pemakaian gas karena perusahaan mengolah kembali semua residu yang dikeluarkan dari hasil produksi untuk dimanfaatkan kembali dalam produksi berikutnya.

Dia mencontohkan, panas yang dihasilkan dari proses produksi dimanfaatkan kembali untuk tambahan energi. Selain itu, air residu yang dimanfaatkan kembali untuk campuran tanah dalam pengolahan tanah liat sebagai bahan baku keramik.

“Berkat konsep zero waste ini, dan lingkungan pabrik yang eco friendly. Kami sudah enam tahun memenangkan penghargaan industri hijau dari pemerintah,” ujar dia.

ichsan amin