Edisi 15-11-2017
Menolak Panggil Ibra


MILAN – Berstatus superstar dan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Swedia tidak membuat Zlatan Ibrahimovic mendapatkan perlakuan istimewa.

Terbukti, harapan penyerang Manchester United (MU) itu bisa membela Blagult di Piala Dunia 2018 menemui jalan terjal. Swedia sedang larut dalam euforia seusai menahan Italia 0-0 pada leg kedua play-offdi San Siro, Selasa (14/11).

Andreas Granqvist dkk berhak melaju ke Rusia dengan agregat 1-0 hasil kemenangan pada leg pertama, Sabtu (11/11). Ini menjadi partisipasi ke-12 mereka di Piala Dunia setelah 1934, 1938, 1950, 1958, 1970, 1974, 1978, 1990, 1994, 2002, dan 2006.

Kegembiraan ditunjukkan seluruh personel Swedia termasuk Pelatih Janne Andersson saat jumpa media seusai pertandingan. Namun, Andersson sedikit terkejut ketika awak media menanyakan kemungkinan Ibrahimovic kembali berseragam Swedia dan masuk skuad Piala Dunia 2018.

Andersson mengatakan itu sebagai pertanyaan yang aneh mengingat Ibrahimovic sudah pensiun selepas Piala Eropa 2016. “Ini luar biasa. Pemain ini (Ibrahimovic) baru saja berhenti bermain dengan Swedia satu setengah tahun lalu dan Anda masih membicarakannya,” kata Andersson, dilansir Eurosport.

Kendati menghormati Ibrahimovic sebagai pemain hebat, Andersson menganggap skuad Swedia saat ini sudah bagus dan solid. Karena itu, juru taktik berusia 55 tahun tersebut mengisyaratkan keengganan memanggil mantan bomber Barcelona itu untuk hadir di Negeri Beruang Merah.

“Ketika Ibrahimovic berada di timnas (Swedia), kami memainkan gaya sepak bola berbeda. Dia adalah seorang juara dan pemain besar. Tapi, kami harus menyesuaikan diri dan menerapkan gaya permainan lain dan tentu saja dengan mempertimbangkan bahwa dia telah pensiun dari tim nasional,” kata Andersson.

Pernyataan Andersson bukan tanpa alasan. Kondisi fisik Ibra, sapaan Ibrahimovic, masih dipertanyakan karena masih dalam masa pemulihan cedera lutut yang menerpanya pada April lalu. Penyerang berusia 36 tahun tersebut diperkirakan baru kembali merumput bersama MU akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Tapi, Andersson juga menyatakan semuanya bisa saja berubah di masa depan. Jika Ibra mampu mengembalikan performanya bersama The Red Devils, bukan tidak mungkin Swedia tertarik memanggilnya lagi.

Terlebih Ibra merupakan pemain berpengalaman dan paling subur dengan koleksi 62 gol dari 116 penampilan. Alih-alih memikirkan Ibra, Andersson lebih memilih mengomentari keberhasilan pasukannya ke Piala Dunia 2018.

Pelatih kelahiran Halmstad, Swedia, itu mengapresiasi kinerja seluruh pemain yang dinilainya tampil luar biasa sepanjang babak play-off. Melihat kualitas permainan yang ditunjukkan kontra Italia, Andersson yakin Swedia mampu tampil maksimal pada Piala Dunia 2018.

Dia pun yakin anak asuhnya dapat melaju sejauh mungkin, minimal bisa melenggang hingga semifinal. “Kami perlu membicarakan pemain hebat yang dimiliki tim ini.

Kami menunjukkan permainan kolektif yang baik sepanjang babak play-off. Kami memiliki banyak pahlawan malam ini (Selasa). Saya sangat senang dengan apa yang kami dapatkan,” tandas Andersson.

alimansyah