Edisi 15-11-2017
Evaluasi Liga 1


JAKARTA - Sejumlah kontroversi yang mewarnai Liga 1 2017 harus menjadi bahan evaluasi PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator.

Polemik dan silang pendapat selama kompetisi berjalan, wajib diselesaikan sebelum musim 2018 bergulir. Tidak sedikit kontroversi yang mencuat dalam perjalanan kompetisi kasta tertinggi Indonesia di bawah kendali operator baru, PT LIB.

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah kekalahan walk out Mitra Kukar dari Bhayangkara FC. Keputusan Komisi Disiplin PSSI menghadiahkan poin penuh bagi tim di bawah naungan Polri itu sangat memengaruhi posisi tim di klasemen akhir.

Buruknya komunikasi antara klub, operator, dan federasi, dinilai menjadi salah satu faktor sehingga pemain Mitra Kukar Mohammed Sissoko yang tengah dihukum larangan bermain justru tampil melawan Bhayangkara FC. Akibatnya, Naga Mekes dihukum setelah sebelumnya mampu menahan imbang juara Liga 1 itu.

Kontroversi lain sebelumnya juga menyita perhatian publik, yakni regulasi pemain U-23. PSSI mewajibkan seluruh klub mengontrak dan memainkan tiga pemain muda dalam setiap pertandingan.

Kebijakan ini diklaim memberikan jam terbang bagi pemain muda sekaligus memudahkan seleksi timnas U-22. Belakangan, regulasi tersebut dihapus saat musim kompetisi memasuki paruh kedua. Perubahan aturan di tengah kompetisi ini kemudian menuai kecaman dari klub.

PSSI dituding tidak konsisten dalam menerapkan regulasi yang disepakati sejak awal. Tak berhenti di situ saja, PSSI dan PT LIB kemudian melakukan gebrakan di tengah kompetisi dengan mengimpor wasit asing dengan dalih meningkatkan kualitas pengadil lokal.

Perangkat wasit kemudian didatangkan dari Australia, Uzbekistan, disusul dari Iran. Hanya saja, sejumlah kontroversi tetap muncul pada pertandingan yang dipimpin wasit asing. Seperti ketika PSM dijamu Persija Jakarta di Stadion Patriot Bekasi.

Gol Wiljan Pluim yang seharusnya mengantar pasukan Ramang meraih tiga angka dianulir wasit dengan alasan offside . Dari tayangan ulang siaran televisi, posisi gelandang asal Belanda tersebut onside .

Terbaru dan paling menyita perhatian adalah laga Persija versus Persib di Stadion Manahan Solo. Wasit Shaun Evans Robert tidak mengesahkan gol Ezechiel N’Douassel pada babak pertama kendati sudah menggetarkan jala gawang yang dikawal Andritany Ardhiyasa.

Tidak berhenti di situ, wasit asal Australia ini kemudian menghentikan pertandingan dan memutuskan Persib walk out . “PSSI harus melakukan evaluasi menyeluruh utamanya sejumlah kontroversi yang memengaruhi kompetisi.

Seperti kejadian Mitra Kukar karena klub yang dirugikan. Ini harus diselesaikan sebelum musim berikutnya bergulir,” ujar CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin. Dia menegaskan, masalah yang sempat mengemuka selama musim 2017 harus di-clear -kan demi peningkatan kualitas kompetisi Indonesia.

Dia berharap tidak ada lagi perubahan regulasi yang disepakati di tengah musim kompetisi. Selain masalah regulasi, Munafri juga berharap PSSI kembali meninjau ulang porsi tayangan televisi di Liga 1 musim depan. Alasannya, laga tim dari Indonesia timur jarang live kendati berlabel bigmatch .

“Musim ini harus dievaluasi terlebih dahulu sebelum berbicara tahun depan. Jika tidak ada perubahan mendasar, baik dari aspek kompetisi maupun regulasi, maka jangan berharap banyak,” kata Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts.

Juru taktik yang sebelumnya paling getol menyuarakan kritik atas penggunaan wasit asing ini menyatakan, banyak yang harus dibenahi operator maupun federasi sebelum kompetisi 2018 digulirkan.

Dia berharap perbaikan dilakukan menyeluruh terutama regulasi yang melindungi pemain di atas lapangan. “Aturan liga harus ketat dan tidak boleh diubah-ubah di tengah kompetisi. Kita harus belajar dari kasus Choirul Huda, jangan sampai terulang lagi.

Federasi dan operator harus melindungi pemain lewat regulasi,” ujarnya. Wakil Ketua PSSI Joko Driyono tidak menampik jika sejumlah kontroversi mewarnai penyelenggaraan kompetisi dan hal itu akan menjadi bahan evaluasi bersama operator.

Dia mengaku memahami dinamika yang terjadi dalam sepak bola Indonesia setelah sebelumnya di-suspend selama dua tahun. “Semua hal terkait kompetisi akan dievaluasi, tapi belum sampai pada tahap kesimpulan. Kompetisi kan masih berjalan, kita tunggu selesai.

Semua kekurangan musim ini akan dibenahi agar ke depan kompetisi bisa lebih baik lagi,” katanya. Sebelumnya, Menpora Imam Nahrawi juga sudah menyurati PSSI terkait pelaksanaan kompetisi. Federasi diminta segera memberikan laporan terkait penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2.

abriandi/luqman zainuddin



Berita Lainnya...