Edisi 15-11-2017
Skuad Persib Dirombak Total


JAKARTA- Pembenahan besarbesaran sudah disiapkan manajemen Persib Bandung menyusul hasil buruk yang diraih tim kebanggaan bobotoh itu di Liga 1.

Maung Bandung yang pada laga terakhir ditekuk tim papan bawah Perseru Serui hanya mampu finis di peringkat 13. Performa Persib musim ini memang jauh dari ekspektasi.

Diperkuat marquee player Michael Essien, Maung Bandung digadang-gadang bakal menjadi salah satu tim kandidat juara. Ini ditunjang dengan komposisi tim yang dihuni pemain papan atas Tanah Air seperti Raphael Maitimo, Ahmad Jufriyanto, dan bintang muda timnas Febri Hariyadi. Namun, fakta berbicara lain.

Pangeran Biru justru tertatih-tatih di Liga 1 dan tidak mampu bersaing dengan tim papan atas seperti Persija Jakarta, PSM Makassar, maupun Persipura Jayapura. Imbasnya, Pelatih Djadjang Nurdjaman harus dipecat dari kursi kepelatihan dan digantikan Emral Abus.

Namun, langkah ini tak juga mampu mengangkat performa juara Indonesia Super League 2014 itu. Persib mengakhiri musim dengan hasil buruk. Selama satu musim kompetisi, Maung Bandung menelan 11 kali kekalahan dan 14 hasil imbang.

Poin penuh hanya berhasil diraih pada sembilan kali pertandingan. “Kami akan segera mengevaluasi tim dan melakukan perombakan secara menyeluruh. Kami akan menerima segala masukan dan kritik membangun dari semua bobotoh demi kejayaan Persib,” ucap Direktur Utama Persib Glenn Sugita, dilansir laman resmi klub.

Glenn menyatakan sebagai juara bertahan dan dukungan pemain bintang kelas dunia, Persib memulai kompetisi dengan percaya diri yang tinggi sebagai favorit juara. Namun, tim tidak mampu menunjukkan kualitas yang diharapkan semua pihak.

Glenn pun mengaku memahami dan merasakan kekecewaan serta kesedihan mendalam seperti yang dirasakan bobotoh . Apalagi, Persib menutup musim 2017 dengan kekalahan di kandang. “Atas nama pribadi dan manajemen, kami mohon maaf atas hasil musim ini yang sangat mengecewakan.

Saya berharap bobotoh tetap memberi dukungan agar tim berprestasi musim depan,” ujar Glenn. Bek Persib Jufriyanto menyatakan hasil musim ini harus menjadi pelajaran sekaligus motivasi untuk bangkit pada musim depan.

Dia berharap tidak ada pihak yang disalahkan atas pencapaian Persib musim ini. Menurut Jupe, sudah selayaknya semua pihak yang terlibat mengakui kesalahan.

“Akan lebih mudah mencari apa yang salah dari situasi seperti ini ketimbang merasa oke dan aman saja dalam sebuah kesuksesan. Siapa yang salah? Jika di awal musim semua sepakat dengan golden era, kenapa kami mesti mencari siapa yang salah?” tuturnya.

abriandi