Edisi 15-11-2017
APP Usung Konsep Suasana Nyaman Pedesaan


MESKI tergolong berusia muda, PT Adhi Persada Properti (APP) mampu menunjukkan kiprahnya membangun proyek properti berkualitas.

Mengusung semangat Building Tomorrow Today , pengembang plat merah ini selalu berkomitmen menyediakan hunian terbaik bagi masyarakat.K iprah salah satu anak perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang merupakan perusahaan BUMN Jasa Konstruksi terbesar di Indonesia ini, dibuktikan dengan sejumlah penghargaan yang diraih belum lama ini.

Di antaranya ajang Property Innovation Award 2017 untuk kategori “The Best Innovation in Marketing Stretegy”. Hal ini berkat diluncurkannya APP Smart Property Tools, yaitu aplikasi mobile yang memudahkan sales untuk menawarkan produk kepada konsumen.

Strategi pemasaran inovatif ini juga mendapatkan Rekor Muri sebagai developer pertama yang menggunakan aplikasi berbasis smartphone untuk kegiatan penjualan. Sebelumnya, APP meraih penghargaan untuk kategori “Developer of the Year” di ajang Indonesia Property & Bank Award (IPBA ) 2017.

Selain itu, perusahaan ini meraih “Best Mixed Use Development With World’s Most Beautiful Village Concept” untuk proyek Grand Dhika City Jatiwarna. Menanggapi kesuksesan ini, Happy Murdianto, Corporate GM Sales & Marketing APP, mengemukakan, pihaknya terus berkomitmen memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia dengan membangun hunian terbaik dan berkualitas.

“Sesuai semangat Building Tomorrow Today, APP tidak sekadar membangun bangunan, juga menciptakan suatu hunian yang bisa dimanfaatkan untuk masa depan. Seperti juga saat Adhi Karya membangun Monas, Masjid Istiqlal, dan Gelora Bung Karno,” tuturnya kepada KORAN SINDO di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (11/11).

APP, lanjut dia, juga memiliki komitmen tinggi kepada konsumen . Artinya, setiap penawaran properti oleh pengembang ini dipastikan akan dibangun, tanpa menunggu kucuran dana dari calon pembeli.

Adapun pasti untung berkaca pada harga properti yang terus merangkak naik sehingga setiap unitnya menawarkan keuntungan apabila dijual kembali.

Marketing Director APP Wahyuni Sutantri (menjelaskan, saat ini APP tengah menggarap sejumlah proyek andalannya, yaitu Taman Melati yang merupakan apartemen dekat dengan kampus terbaik seperti Taman Melati Margonda yang berlokasi tak jauh dari Universitas Indonesia, Taman Melati Jatinangor (Institut Teknologi Bandung), Taman Melati Surabaya @MERR (Universitas Airlangga), Taman Melati Yogyakarta @Sinduadi (Universitas Gadjah Mada), dan Taman Melati Malang Dinoyo (Universitas Brawijaya).

Ada juga, lanjut dia, branding Grand Dhika City yang salah satunya bernama Grand Dhika City Lifestyle Jatiwarna Bekasi. Nah yang menarik, proyek superblok ini mengambil konsep pedesaan (the village ) untuk mengusung sebuah kawasanlifestyle berkonsep to meet, to see, dan to be seen di tempat ini.

Delapan tower apartemennya terinspirasi dari desa-desa terindah di dunia. “Ada Arlington di New York, Amerika Serikat. Setelah ini kami kembangkan t ower Siragawa yang bernuansa Jepang dan t ower Vouvant yang terinspirasi dari desa terindah di Prancis,” kata Tantri.

Perusahaan juga tengah mengembangkan perumahan tapak Taman Dhika. Lokasinya berada di sejumlah daerah di Tanah Air seperti Sidoarjo, Cinere, Ciracas, dan Batu Tulis. Menurut Wahyuni Sutantri , APP juga membangun apartemen Mardhika Park Tambun yang mengambil segmen menengah bawah yang dijual seharga Rp200 jutaan.

Sebaliknya, tersedia juga apartemen The Padmayana, hunian vertikal sekelas resor mewah karena dikelilingi area hijau yang asri. APP juga mengembangkan proyek transit oriented development (TOD) di dua stasiun kereta ringan atau light rail transit (LRT) Jabodetabek.

Dua kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi LRT Superblock, salah satunya yang berada di Grand Dhika City Bekasi. Proyek ini adalah sebuah kawasan mixed used yang berada tepat di depan pintu tol Bekasi Timur yang menempati area seluas total 15 hektare.

Di dalamnya akan terdapat 11 bangunan tinggi, yakni apartemen, apartemen servis, perkantoran dan hotel yang dilengkapi dengan pusat belanja, ballroom , rumah sakit dan ruko. “Di sini tujuan terakhir stasiun LRT dan depo sehingga naik dari sini pasti dapat duduk.

Dan dari Stasiun Bekasi Timur sampai Stasiun Dukuh Atas itu sekitar 30 sampai 35 menit saja,” imbuhnya Wahyuni Sutantri menambahkan, konsep pengembangan hunian terpadu dalam kerangka TOD menjadi jawaban kebutuhan masyarakat akan sebuah hunian dan area komersial yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal, terutama mereka yang bekerja dan beraktivitas di pusat kota dan tinggal di kawasan penyangga. Karena itu tidak lagi terjebak kemacetan di jalan dan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.

rendra hanggara