Edisi 15-11-2017
Program LProgram L’Occitane “Union by Vision 10 by 20“


L’OCCITANE yang merupakan label skincare dan kosmetik asal Prancis bekerja sama dengan WHO melakukan kampanye program “Union by Vision 10 by 20”.

Kampanye ini bertujuan membantu 10 juta anak untuk mendapat perawatan mata yang baik hingga tahun 2020 mendatang. Menurut Public Relation Manager L’Occitane Indonesia, Rambo, berdasarkan data WHO saat ini sebanyak 285 juta orang di dunia mengalami kebutaan atau gangguan penglihatan.

Masalah ini tentunya akan berdampak juga pada perekonomian negara karena ketidakmampuan sumber daya manusia. “Beruntungnya 80% dari penyakit ini masih bisa dihindari dengan adanya pencegahan dini serta perawatan mata,”ujarRambo saat ditemui di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan pada Rabu (25/10).

Rambo menambahkan, menyikapi kondisi kesehatan mata dengan angka yang cukup memprihatinkan ini, anakanak yang khususnya berada di negara berkembang perlu mendapat perhatian ekstra.

Apalagi sebagai generasi muda anak-anak tersebut masih bertumbuh dan diandalkan kontribusinya bagi negara. “Sekitar 80% anak-anak belajar dari penglihatan. Oleh karena itu, perawatan mata sangat penting,” sebut Rambo .

Atas dasar itulah, LLOccitane mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Caranya yakni cukup mengunggah foto ke media sosial dan mencantumkan hashtag #LOccitaneID, #UnionForVision, dan #CareForSight. Setiap unggahan akan bernilai 5euro.

“Hasil pengumpulan dana ini nantinya masuk ke Yayasan Helen Keller International Indonesia dan digunakan untuk membantu kesehatan mata anak-anak,” ujarRambo.

Sementara itu, menurut Satyaprabha Kotha , perwakilan dari Yayasan Helen Keller International Indonesia, saat ini uang yang terkumpul sudah disalurkan untuk membangun fasilitas perawatan mata dan pelatihan tenaga ahli spesialisasi mata di 6 kota di Sulawesi Selatan.

“Fokusnya adalah anak-anak sekolah di kota-kota terpencil di Sulawesi Selatan. Dengan fasilitas ini, diharapkan kesehatan mata bisa diperbaiki sehingga mereka bisa belajar dengan baik pula,” kata Satyaprabha.

dwi nur ratnaningsih