Edisi 15-11-2017
Simpatisan ISIS Ditangkap, Polda Sulut Gelar


OAN MANADO– Polda Sulut menggelar Operasi Aman Nusa (OAN) di daerah perbatasan Sulawesi Utara dan Filipina menyusul ditangkapnya seorang lelaki yang diduga simpatisan ISIS.

Lelaki berinisial DM, warga Le - bak, Provinsi Banten, di tang kap aparat TNI di wilayah Sulut saat hendak naik kapal cepat Exp ress Bahari Dua rute Ma na do- Tahuna, Sabtu (11/11/2017). Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Bambang Waskito me nga ta - kan, DM diduga merupakan simpatisan kelompok ISIS. “DM ini simpatisan.

Dia hanya kenal seseorang di Filipina sana mau diajak jihad di sana, hanya lewat internet saja. Ia ter - tangkap di Manado waktu mau menyeberang naik kapal ke Sangihe,” kata Kapolda Sulut didampingi Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo kepada sejumlah wartawan di Mapolda Sulut, Selasa (14/11).

Dijelaskan Kapolda, in for - masi adanya simpatisan yang mau berangkat ini berasal dari Filipina. Informasi itu ke mu - dian diteruskan ke TNI di Ja - karta dan Sulut. Setelah ber koor dinasi, akhirnya jajaran TNI berhasil menangkap DM. Saat ini DM sudah diserahkan ke Densus Mabes Polri untuk diselidiki lebih lanjut.

Menyusul penangkapan itu, Polda Sulut meningkatkan pe - ng amanan dengan menggelar Operasi Aman Nusa di daerah perbatasan Sulawesi Utara dan Filipina. Bahkan, menurut Ka - polda, personel Polri juga sudah ditambah guna mengantisipasi masuknya kelompok teroris setelah kejadian di Marawi, Filipina, beberapa waktu lalu.
“Dalam Operasi Aman Nusa sudah libatkan sejumlah per - sonel. Kalau pulau tak ber pe ng - huni kita hanya patroli dan te - tap pantau 24 jam,” katanya. Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo me nam bah - kan, situasi perbatasan hingga saat ini masih relatif kondusif.

“Untuk situasi saat ini personel cukup karena situasi masih kondusif,” katanya. Seperti diketahui, pada Agustus 2017, daerah per ba - tasan Sulut-Filipina semakin dijaga ketat pasukan TNI dan Polri.

Peningkatan peng aman - an penambahan personel di per - batasan pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung de - ngan negara tetangga Filipina, khususnya Sangihe dan Talaud, dilakukan untuk meng an ti si - pasi teror yang dilakukan ISIS di Marawi.

“Menyikapi perkembangan situasi regional, terutama di negara tetangga kita, yakni Filipina, karena salah satu kotanya Marawi telah menjadi medan pertempuran baru ISIS.

Ini harus kita waspadai ter - utama di daerah perbatasan,“ kata Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Sabar Simanjuntak selaku Komandan Satgas Ops - ter TNI wilayah Ko dim1301/ Sa tal Korem 131/Santiago ketika itu.

cahya sumirat