Edisi 15-11-2017
BNN Bandung Gandeng Instansi Pemerintah dan Swasta


BANDUNG – BNN Kota Bandung, Jawa Barat melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada puluhan karyawan Auto 2000 Cabang Suci kemarin.

Penyuluhan dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap penggunaan narkoba di lingkungan pekerja. Kepala BNN Kota Bandung Yeni Siti Saodah mengatakan, upaya pencegahan perlu terus digalakkan mengingat saat ini Indonesia sudah dalam status darurat narkoba.

Yang mana, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah menunjukkan angka 2,2%. Atau sekitar 4-5 juta jiwa terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Akibatnya, sebanyak 40-50 orang meninggal setiap hari akibat penyalahgunaan narkoba.

“Karyawan merupakan ujung tombakperusahaan. Merekabersentuhan langsung dengan sesama karyawan, konsumen, dan juga lingkungan sekitarnya sehingga penting untuk memiliki pemahaman bahaya penyalahgunaan narkoba,” tandas Yeni.

Melalui pemaparan itu, dia berharap para pegawai Auto 2000 dapat memahami jenis dan dampak dari penyalahgunaan narkoba serta ciri-cirinya. Sehingga ketika bersinggungan langsung dengan hal-hal tersebut di lingkungan tempat bekerja, dapat dengan cepat ditindaklanjuti atau dicegah.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran para pekerja bahwa bekerja sehat tanpa narkoba itu adalah suatu hal yang sangat penting. Terlebih, pegawai merupakan aset dari perusahaan yang sangat mempengaruhi prestasi suatu perusahaan,” papar Yeni.

Apabila kesadaran ini menjadi kesadaran kolektif, secara langsung pengaruh narkoba akan sulit untuk masuk di lingkungan perusahaan. Sosialisasi bahaya narkoba dilakukan BNN Kota Bandung ke sejumlah instansi. Mulai dari pemerintahan, perusahaan swasta, lembaga pendidikan, dan lainnya.

Targetnya, lingkungan mereka bisa terbebas dari narkoba. Supervisor Auto 2000 cabang Suci Agus Nababan mengatakan, pihaknya beruntung bisa dikunjungi BNN agar karyawan mendapatkan pemahaman tentang bahaya narkoba.

Sebab, narkotika masuk extra ordinary crime yang bisa masuk ke siapa pun. “Kalau bicara narkotika maka lebih penting bicara pencegahan. Dengan mengetahui bahayanya, kita akan peduli atas masalah ini sehingga bisa menyampaikan ke lingkungan sekitar,” ucapnya.

arif budianto