Edisi 15-11-2017
Genjot Daya Saing, Soekarwo Tingkatkan Kualitas SDM Jatim


SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) warganya.

Langkah ini dimaksudkan agar masyarakat Jatim memiliki daya saing dalam persaingan global. Ada beberapa upaya untuk menggenjot kualitas SDM.

“Salah satunya dengan menerapkan dual track strategy yang meliputi sektor formal dan strategi nonformal,” kata Soekarwo saat Peluncuran Buku Pembangunan Jawa Timur Berkeadilan dan Berdaya Saing oleh Dewan Riset Daerah (DRD) Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, kemarin.

Peningkatan SDM ini, tutur Soekarwo, juga untuk menciptakan wirausaha-wirausaha yang punya daya saing untuk menguasai pasar dalam negeri ataupun pasar global. “Strategi formal akan diarahkan dengan meningkatkan kualitas lulusan SMK dengan menambah muatan kurikulum yang diampu perguruan tinggi yang ada fakultas tekniknya,” tandasnya.

Menurut Pakde Karwo-sapaan akrab Soekarwo-pada strategi nonformal akan diarahkan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja terampil dan besertifikat. Pemprov Jatim juga berupaya meningkatkan sumber daya manusia melalui SMK mini dan balai latihan kerja.

Melalui pelatihan tenaga kerja terampil besertifikat di 16 Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelatihan kerja. “Kami targetkan 30.032 orang yang bisa ikut dalam pelatihan kerja di UPT ini,” jelasnya.

Dual track strategy ini merupakan strategi membangun yang berkualitas, standar terampil besertifikat yang akan mampu memiliki daya saing di dunia kerja. Di samping itu, mampu menjadi wirausaha yang akan terkoneksi pada saat berproduksi dengan strategi pembiayaan bunga murah ataupun fasilitasi pasar.

“Baik pasar domestik ataupun global. Produk- produk wirausaha hasil pembangunan SDM tersebut akan memiliki daya saing yang tinggi serta mampu meningkatkan kemandirian ekonomi Jatim,” terangnya.

Ketua DRD Jatim Hotman M Siahaan mengatakan, Buku Pembangunan Jawa Timur Berkeadilan dan Berdaya Saing ini membingkai secara teoritik seluruh perkembangan Jatim. Buku ini menceritakan penghargaan atas pencapaian tertinggi sebagai pelaksana pembangunan dalam pemberdayaan masyarakat.

lukman hakim