Edisi 15-11-2017
Doni Monardo Jabat Pangdam III/Siliwangi


BANDUNG– Mayjen TNI Doni Monardo resmi menggantikan Mayjen TNI Muhamad Herindra sebagai Pangdam III/Siliwangi.

Sebelumnya, Doni Monardo menjabat Pangdam XIV/Pattimura. Mayjen TNI Muhamad Herindra kini menjadi kepala staf ahli tingkat III Bidang Hubint Panglima TNI. Serah-terima jabatan Pangdam III/Siliwangi dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Jawa Barat, kemarin.

Kodam III/Siliwangi mendapatkan kehormatan karena markasnya dijadikan tempat untuk pelaksanaan serah-terima jabatan (sertijab) para pejabat TNI AD. Peristiwa itu belum pernah terjadi sebelumnya sehingga merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan, sekaligus tantangan agar dapat berbuat yang terbaik dalam menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Upacara sertijab digelar mulai pukul 14.00 WIB di bawah guyuran hujan. Selain sertijab Pangdam III/ Siliwangi, Mulyono juga memimpin sertijab 17 perwira tinggi TNIAD. MayjenTNITatangSulaiman yang sebelumnya menjabat pangdam IV/Diponegoro menjadi wakasad. Kemudian, Mayjen TNI Wuryanto menjadi pangdam IV/Diponegoro.

Sebelumnya, Wuryanto memegang jabatan kapuspen TNI. Brigjen TNI Besar Harto Karyawan menjadi danpuspenerbad, Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko sebagai aster panglima TNI. Sementara jabatan pangdam V/Brawijaya yang sebelumnya dipegang Kustanto digantikan Mayjen TNI Arif Rahman. Sebelumnya, Arif menjabat sebagai gubernur Akmil. Sementara gubernur Akmil dijabat Brigjen TNI Eko Margiyono yang menanggalkan jabatan lamanya, kasdam Jaya.

Mayjen TNI Hadi Prasojo (danpusterad) menjadi pati Mabes TNI AD; Mayjen TNI Hartomo, kabais TNI, menjadi danpusterad; Mayjen TNI Ilyas Alamsyah (aspam KSAD) menjadi kabais TNI.

Selanjutnya, Brigjen TNI Nur Rahmad (kasdam VI/Mulawarman) menjadi aspam KSAD; Mayjen TNI Widagdo H Sukoco (aster KSAD) menjadi TA pengkaji bidang politik Lemhanas; Brigjen TNI Supartodi (kasdam XIV/Hasanuddin) menjadi aster KSAD; Brigjen TNI Herianto Syahputra (danpusintelad) menjadi danpusintelad; Kolonel Inf Djaka Budhi Utama (pamen denma Mabesad) menjadi danpusintelad; serta Mayjen TNI Suko Pranoto (danpuspenerbad) menjadi pangdam XVI/Pattimura.

Doni Monardo bukan orang baru di Jawa Barat. Dia merupakan prajurit kelahiran Cimahi, 10 Mei 1963. Kiprah di militer diawali saat menempuh pendidikan Akademi Militer (1985), dilanjutkan dengan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (1999) serta Lemhanas (2002).

Dalam perjalanan karier militer, Doni sempat menempati sejumlah jabatan penting, di antaranya danpaspampres (2012), danjen Kopassus (2014), pangdam XVI/Pattimura (2015). Terakhir, berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/836/X/2017 tanggal 27 Oktober 2017, dia mengemban amanat baru sebagai pangdam III/Siliwangi.

KSAD Jenderal TNI Mulyono mengatakan, 2018 adalah tahun politik. Intensitas perbenturan kepentingan akan semakin tinggi. Karena itu, TNI dituntut untuk tetap menjaga netralitas. Prajurit tidak diperkenankan untuk ikut terseret dalam politik praktis.

“Jangan biarkan prajurit kita baik perorangan maupun satuan terpengaruh atau dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis karena TNI hanya mengenal politik negara,” kata Mulyono. Seperti diketahui, pada 2018 akan digelar pemilihan kepala daerah secara langsung dan serentak tahap tiga di sebagian wilayah Indonesia.

Menghadapi situasi seperti ini, Mulyono mengatakan benturan kepentingan diperkirakan akan semakin tinggi intensitas dan eskalasinya serta sulit diprediksi. Pada saat sama, tersimpan potensi ancaman yang tidak kalah bahayanya bagi kelangsungan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia apabila tidak dikelola dengan baik.

Dengan demikian, ujar KSAD, TNI AD harus terus mawas diri dari kemungkinan terseret ke dalam politik praktis. Di satu sisi, TNI bangga memiliki prajurit yang diminta untuk terjun ke dunia politik, tetapi di sisi lain TNI harus tetap netral dan menjadi institusi yang mampu mengawal proses demokrasi di negara ini.

agus warsudi