Edisi 15-11-2017
Polda DIY Dipraperadilankan


YOGYAKARTA – Upaya Pemkab Gunungkidul melakukan penataan destinasi wisata Gua Pindul hingga kini masih menuai polemik.

Bahkan kasus yang sempat menjadikan salah satu pengelola objek wisata tersebut, Subagyo sebagai tersangka, hingga kini tidak jelas nasibnya sehingga memicu upaya melakukan gugatan praperadilan. Kubu Atiek Damayanti melalui kuasa hukumnya, Oncan Poerba mengirimkan surat gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Sleman.

Langkah ini dilakukan setelah desakan mengenai kasus dugaan kesalahan pengelolaan objek wisata Gua Pindul dengan terlapor, Subagyo, Haris Purnawan, Bupati Gunungkidul Badingah, Wakil Bupati Imawan Wahyudi, sekretaris daerah saat itu Budi Martono.

Dari beberapa orang tersebut, hanya Subagyo yang dijadikan tersangka dan kasus diambil alih Polda DIY dari Polres Gunungkidul. “Namun, kasus berlangsung lama. Sejak 2014 tidak ada kabar. Kabar terakhir justru muncul surat perintah penghentian penyidikan (SP3),” ungkapnya kemarin.

Pihaknya menerima informasi Polda DIY menghentikan penyidikan berkas Subagyo berdasar SP3 Nomor S.Tap/4a/ III/2015/Ditreskrimsus tertanggal 17 Maret 2015. Dalam informasi yang diterima Oncan, tim penyidik mengklaim SP3 diterbitkan karena kasus yang menjerat Subagyo atas laporan Atiek bukan merupakan perbuatan tindak pidana.

“Setelah hampir dua tahun berunding, klien kami akhirnya memutuskan mengajukan praperadilan atas penertiban SP3 ini,” tandas Oncan kemarin. Dia menganggap upaya SP3 ini sangat janggal karena kasus yang diambil alih dari tim penyidik Polres Gunungkidul tersebut semestinya telah memenuhi unsur tindak pidana.

“Pidananya apa, ya pengusahaan sumber daya air di Gua Pindul tanpa izin dari Atiek selaku pemilih lahan yang sah. Apalagi juga tidak berbekal izin usaha, izin lingkungan, dan Izin tata ruang sesuai ketentuan perundangan,” tandasnya. Tidak hanya itu, dalam laporannya, Atiek tidak hanya melaporkan Subagyo.

Anehnya, yang dijadikan tersangka hanya Subagyo. Dia berharap ada uji bersama di pengadilan yang akan digelar pertama pada Rabu (22/11). “Kita akan siapkan versi kita,” ujarnya. Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait dengan gugatan praperadilan ini.

Meski demikian, segala pembuktian akan dilakukan di sidang apabila memang sudah dimasukkan dan hal tersebut benar dilakukan. “Jadi, kita belum tahu mengenai adanya gugatan, apakah kami juga digugat atau Polda DIY. Kita akan koordinasi dulu mengenai informasi gugatan praperadilan ini,” ucapnya.

suharjono