Edisi 20-11-2017
Masuk Enam Besar Moto2, Dimas Makin Menjanjikan


VALENCIA– Pembalap kebanggaan Indonesia Dimas Ekky berhasil finis di urutan ketujuh pada ajang balap bergengsi Eropa CEV Moto2 European Championship 2017 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, tadi malam.

Pembalap generasi pertama Astra Honda Racing Team (AHRT) ini start di posisi ke-10. Meski belum mampu naik podium di balapan terakhir ini, Dimas menunjukkan performa yang baik. Dengan finis di posisi ketujuh Dimas mendapat tambahan sembilan poin sehingga total perolehan menjadi 102 poin dan berhasil menempati posisi keenam klasemen akhir balapan ini.

Sedangkan juara CEV Moto2 direbut pembalap asal Brasil Eric Granado Santos dari tim Promoracing dengan 226 poin, urutan kedua pembalap Spanyol Ricky Cardus dengan 185 poin, selanjutnya Steven Odendaal dari Rusia dengan 157 poin, kemudian Hector Garzo dari Spanyol dengan 126 poin, dan posisi kelima Joe Roberts asal Amerika Serikat yang mengumpulkan 111 poin. Sedangkan di ajang CEV Moto3 Junior World Championship rekan satu tim Dimas, Andi Farid Izdihar alias Andi Gilang, bernasib kurang beruntung. Pembalap nomor 34 ini terjatuh saat di lap 15 atau tiga lap sebelum balapan berakhir. Saat terjatuh Andi berada di posisi ke-14.

”Skill, feeling, dan pengalaman saya semakin baik. Tapi, hasilnya belum memuaskan karena banyak faktor satu di antaranya cuaca yang dingin di sirkuit ini,” ujar Andi Gilang. Persaingan di CEV Moto3 memang dikenal ketat karena diikuti banyak pembalap dengan skill yang mumpuni. Sirkuit Ricardo Tormo Valencia yang berkapasitas 115.000 penonton itu dikenal cukup sulit dan menantang bagi para rider karena banyak stop and go dengan tikungan tajam.

”Secara pribadi saya sebenarnya ingin target podium. Tapi karena kemarin tidak bisa ikut kualifikasi kedua karena kecelakaan, hasilnya tidak bisa maksimal,” kata Dimas kepada wartawan di VIP Room Sirkuit Ricardo Tormo seusai balapan. Dimas mengakui dibanding tahun lalu performa skill dirinya mengalami banyak peningkatan. Ini karena dukungan tim mekanik dan pelatih yang sudah sangat baik. ”Karena komunikasi tim sudah sangat baik, semua masalah langsung bisa diselesaikan. Namun, bisa lebih baik lagi jika ada mentor khusus dari mantan pembalap yang berpengalaman,’’ ujar Dimas yang didampingi Presiden Direktur Astra Honda Motor (AHM) Toshiyuki Inuma dan Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya.

Dua petinggi AHM ini datang langsung ke Valencia untuk memberi semangat kepada Dimas dan Andi Gilang di arena balap. Saat ini, menurut Thomas, tim AHRT memiliki tujuh pembalap andalan. Dimas Ekky dan Andi Gilang di CEV Eropa serta Gerry Salim yang berkiprah di ajang Road Race Championship (RRC) 250 level Asia. Tiga rider tersebut merupakan generasi pertama binaan AHRT yang akan terus kita tingkatkan untuk level selanjutnya. ”Pembalap generasi kedua dan ketiga yang usianya lebih muda dan sangat muda juga sudah siap untuk regenerasi. Namun, langkah Dimas dan Andi Gilang masih prospektif di masa depan,” ucap Thomas.

Menanggapi hasil yang dicapai Dimas, Thomas menegaskan, prestasi balap merupakan sebuah proses berkelanjutan, bukan capaian instan. Karena itu, dia optimistis penampilan para rider AHRT akan makin membaik seiring perbaikan para pendukung seperti mekanik dan pelatih. ”Kita sebagai tim tidak akan puas, tapi hasil ini sudah sangat positif. Kita harus improve agar Dimas bisa mencapai lima besar atau tiga besar,” kata Thomas. Perbaikan yang diperlukan untuk Dimas dan Andi, menurut Thomas, merupakan peningkatan skill. Hasil yang dicapai sekarang buah dari perbaikan sebelumnya di antaranya latihan dan tinggal di Eropa.

”Kita perlukan pendampingan dari expert untuk mempertajam adaptasi para pembalap dengan motor dan track agar lebih baik pada tahun depan,” kata Thomas. Dia menambahkan, mental juga menjadi faktor menentukan. Menurut Thomas, Dimas sudah sangat berkembang dari sisi mental dan emosi, komunikasi, serta keterbukaan. Tidak kalah dengan pembalap negara lain yang juga tinggal cukup lama di Spanyol atau negara Eropa lain.

”Saya yakin Dimas akan menjadi lebih baik untuk di seri-seri berikutnya dengan sparing partneryang lebih baik,” ucap dia.

Laporan Wartawan Koran Sindo
Pung Purwanto Valencia