Edisi 20-11-2017
JK: KAHMI Harus Tonjolkan Intelektualisme


MEDAN –Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) berharap Korps Alum ni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dapat menonjolkan intelek tua lisme kecendekiawanan dan bekerja keras mewujudkan citacita terciptanya masyarakat yang adil dan makmur.

Wapres JK menyampaikan ha - rap an itu saat menutup Mu sya - warah Nasional (Munas) Ke-10 KAHMI di halaman Istana Mai - mun Medan, Sumatera Utara, kemarin. Menurut Wapres JK, dengan intelektualitas, tidak akan berbicara tanpa ujung yang tidak diketahui. Begitu ju ga dengan bekerja, menjaga har - moni bangsa tidak akan ter ca pai tanpa kemajuan ekonomi, tanpa kemakmuran dan ke adilan. “Karena itu, gabungan har - mo ni kebangsaan dengan ke - ma juan bangsa, makanya mari kita berupaya meningkatkan ke majuan bangsa dari sudut ke - il muan, intelektualisme yang baik, tentu itu akan bisa kita capai,” kata dia.

Penutupan Munas Ke-10 KAHMI juga dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effen - dy, Ketua Presidium Majelis Na - sional KAHMI 2012-2017 Mah - fud MD, sejumlah anggota DPR RI dan DPD RI, para senior KAHMI, dan Gubernur Su ma - tera Utara Tengku Erry Nuradi. Wapres JK menegaskan bah wa tidak ada cita-cita yang sam pai dengan sendirinya. Tidak ada cita-cita yang terlak - sa na sendiri, semua dapat di - raih dengan usaha yang keras.

“Bang sa ini bangsa kita semua, ne geri ini negeri kita semua. Ka - rena itu, baik dan buruknya ne - geri ini menjadi tanggung jawab kita semua,” terang dia. Saat ini yang perlu dilakukan adalahupayamenjadikanbang sa Indonesia tumbuh dengan se - imbang dan berkeadilan so sial. “Untuk itu, harus tumbuh kader baru di bidang ekonomi, pe ngu - saha, dan lainnya sebab kalau di politisi, itu sudah ba nyak, biro - krat juga sudah ba nyak. Ma ka - nya, jangan semua mau menjadi birokrat karena sangat sedikit yang dapat di terima setiap ta - hunnya,” ungkap dia.

Wapres JK juga meng ingat - kan bahwa KAHMI harus kem - bali mengingat tujuan HMI yakni membina insan akademis pencitra dan pengabdi yang ber - nafaskan Islam dan ber tang - gung jawab atas terlaksananya bangsa yang adil makmur dan dirahmati Allah. “Pada ujung - nya kita semua berkewajiban membina bangsa ini agar maju dan makmur. Apalagi bangsa yang besar tidak mudah meng - aturnya dibanding bangsa yang lebih kecil,” ujar dia. Wapres JK juga menga ta - kan, Indonesia merupakan bangsa dengan penduduk Islam terbesar di dunia dan menjadi salah satu bangsa yang damai jika dibandingkan dengan ka - was an Timur Tengah maupun Asia Selatan.

Hal itu diaki bat - kan sejarah Islam yang dibawa oleh pedagang yang merangkap ulama atau sebaliknya, juga di - pengaruhi oleh pikiran yang mun cul dari HMI seperti pikir - an Cak Nur (Nurcholis Majid) yang memberikan warna hing - ga sekarang. “Semua ini meng - gem birakan dan mem bang ga - kan bahwa pikiran cen de kia - wan yang timbul,” ujar dia. Kepada Presidium Majelis Na sional KAHMI 2017-2022 ter pilih, Wapres JK berpesan agar dapat membuat KAHMI besar dan bersatu. “Saya lihat dari daftar yang terpilih, alham - dulillah semuanya Bhinneka Tunggal Ika, berasal dari ber ba - gai daerah, berbagai uni ver si - tas. Saya harapkan presidium da pat memajukan KAHMI de - ngan sepenuh hati,” kata dia.

Sebelumnya Kamarussa mad terpilih sebagai Koor dina tor Presidium Majelis Nasional KAHMI periode 2017-2011 meng gan - tikan Mahfud MD me lalui pe - mungutan suara di Munas Ke-10 KAHMI. Kama russamad yang menjabat ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengu - saha KAHMI (HIPKA) meraih 431 suara se hingga menyisihkan delapan Pre sidium Majelis Na - sional KAHMI terpilih lain, yakni Ade Komarudin (421 suara), Ahmad Riza Patria (365 suara), Ahmad Doli Kurnia (334 suara), Viva Yoga (331 suara), Harry AzharAzi(326suara)s, SitiZuhro (300 suara), Herman Khaeron (268suara), danSigitPamungkas (257 suara).

Seusai terpilih, Kamarussamad mengatakan bahwa sete - lah alumni berkiprah menjadi akademisi, politisi, dan biro - krat, kini saatnya alumni meng - ambil bagian wirausaha yang di - harapkan dapat menjadi satu ke kuatan baru bagi alumni HMI di bidang ekonomi.

“Dalam ke - bi jakan nasional kita akan me - nambahkan pilar keempat, yak - ni entrepreneurship menjadi pro gram nasional lima tahun yang akan datang sehingga Maje lis Nasional KAHMI jika ke daerah tidak hanya berbicara isu kebangsaan dan nasional, tetapi juga akan berbicara me - ngenai forum bisnis. Kita harus mengubah mindset dari pencari kerja menjadi pencipta lapang - an kerja,” ucap dia.

lia anggia nasution/ helmi syarif