Edisi 20-11-2017
Sandera Papua Diangkut Bus Antipeluru


TIMIKA – Tim gabungan TNI dan Polri hari ini akan kembali mengevakuasi ratusan warga Kampung Kimbely dan Banti Utikini, Mimika, yang Jumat (17/11) lalu telah dibebaskan dari penyanderaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) menuju Timika.

Ratusan warga ini mayo ritas penduduk lokal yang se belumnya menolak untuk dievakuasi. Ancaman dari KKB yang belum reda membuat aparat gabungan tak ingin meng ambil risiko. Guna meng antisipasi serangan lagi dari KKB, ratusan warga ini akan diangkut dengan bus khusus antipeluru. Jarak antara lokasi penjemputan ke Timika juga cukup jauh, yakni men capai sekitar 70 mil atau 112 km.

Selain jarak yang cukup jauh, kondisi jalan juga belum sepe - nuhnya aman. Bahkan acara pemberian kenaikan pangkat luar biasa oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kepada 58 prajurit yang ber - hasil melakukan operasi pembebas an sandera kemarin batal di gelar di Kampung Kimbely atau Banti. Sebab jalan menuju kedua kampung tersebut da - lam kondisi masih rusak berat lantaran digali menggunakan alat berat oleh pihak KKB beb e - rapa waktu lalu. Acara pem - beri an kenaikan pangkat kepada prajurit dari kesatuan Batalion Infanteri 751 Rider Jayapura, Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dan Pele - ton Intai Tempur (Tontaipur) Kostrad itu akhirnya dilak - sana kan di Kampung Utikini Lama, Distrik Tembagapura.

Panglima menyatakan, tin - dakan tegas operasi pem bebas - an dilakukan karena berbagai upaya pendekatan yang telah dilakukan Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar bersama para tokoh tidak juga meluluh - kan hati para anggota kelom - pok separatis bersenjata itu. “Para sandera juga terintimi - dasi, bahkan 12 wanita dila por - kan mengalami kekerasan seksual,” ujarnya. Tidak hanya itu, sebagian warga sipil mengaku dijarah dan dirampas harta bendanya. Ber - dasarkan data yang di terima pihak kepolisian, jumlah uang yang dirampas mencapai Rp107,5juta, emashasildu lang - an yang dijarah sebanyak 254,4 gram, dan sebanyak 200-an telepon genggam disita KKB.

Kapolda Papua Irjen Pol Boy RafliAmarmengatakan, banyak kendala dan ancaman kese la - mat an yang dihadapi petugas. Selain medan berbahaya dan jaraknya jauh, KKB memiliki senjata yang setiap saat bisa me - muntahkan pelurunya. “Kami juga harus memikirkan bagai - mana keselamatan warga yang akan dievakuasi,” terangnya. Kebanyakan yang akan dievakuasi adalah warga lokal yang sejak lahir tinggal di desa tersebut. Rencananya mereka akan dievakuasi dengan meng - gunakan belasan bus anti peluru.

“Demi keamanan dan ke sela - mat an, akhirnya mereka mau dievakuasi,” ujar Boy. Jumat (17/11) lalu, tercatat su dah ada 344 warga yang disela mat kan ke Timika. Wadir Tipiter Mabes Polri Kombes Pol Tornagogo Sihom - bing yang ikut dalam operasi pembebasan sandera kepada KORAN SINDO mengungkapkan, ratusan warga yang akan dievakuasi tersebut saat ini ada di Tembagapura. Pe tugas akan me lakukan peng awalan khusus sampai mereka benarbenar aman.

“Jarak antara Tembaga pura ke Timika se - kitar 70 mil dan itu cukup jauh. Doakan saja semoga semu anya selamat,” ungkapnya. Mantan Kasat Keamanan Negara (Kamneg) Direskri mum Polda Metro Jaya itu meng - ungkapkan, penyelamat an para sandera dilakukan dengan ber - jalan kaki sejauh 5 km dari Polsek Tembagapura. Kapolda, Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit, dan Asisten Bidang Ope - rasi Kapolri Irjen Pol M Iriawan turut melakukan pembebasan ini. Rombongan lalu melintasi Kampung Utikini, Desa Longsor an dan terakhir Desa Kim - beli. ”Di situ kami menemukan sandera sebanyak 344 orang yang sebagian besar penduduk pendatang terdiri atas Suku Buton, Tator, Maluku, danJawa,” terangnya.

Satu per satu para sandera berhasildievakuasidenganpeng - awalan ketat aparat ga bungan. Namun saat tiba di Desa Utikini, rombongan tiba-tiba diberon - dong tembakan oleh KKB dari arah bukit. Baku tembak antara KKB dan rom bongan, termasuk Kapolda, Pangdam, dan Asisten Operasi Kapolri, berlangsung selama hampir tiga jam. “Kami ter paksa balas menembak KKB agar me reka tidak meng ham bat jalan menuju Polsek Tem - bagapura,” ungkap mantan Kapolres Bandara Soekarno- Hatta itu. Sementara itu polisi me mas - ti kan senjata yang dimiliki KKB hasil rampasan dari TNI-Polri yang gugur saat baku tem bak dan selundupan dari luar negeri.

Pengamat militer Al-Araf mengapresiasi pembebasan sandera KKB di Papua oleh tim gabungan TNI-Polri. Namun di sisi lain, menurutnya, situasi saat ini menunjukkan bahwa masih ada gejolak yang perlu menjadi perhatian serius soal Papua. Sementara itu Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin mendesak agar aparat bisa me - numpas para penyandera yang dikabarkan berasal dari ber ba - gai kelompok itu. “Saya menya - ran kan dilakukan ope rasi ber - sama TNI dan Polri un tuk me - laku kan pengejaran,” ucapnya.

m yamin/ kiswondari/ binti mufarida/ rahmat sahid/ant