Edisi 20-11-2017
3.000 Orang Menari Serentak di Tiga Kota


JAKARTA – Bakti Budaya Djarum Foundation kembali menghadirkan Indonesia Menari 2017. Tak kurang dari 3.000 orang menari serentak di tiga kota, yaitu Jakarta, Solo, dan Bandung, kemarin.

Indonesia Menari merupakan upaya mengenalkan seni tari tradisional Indonesia dengan cara mudah dan menyenangkan. ”Kami harap melalui Indonesia Menari 2017semakinbanyakmasyarakat khususnya generasi muda yangmemilikikeinginanmempelajari tarian tradisional Indonesia dan bangga akan seni budaya bangsa,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya DjarumFoundationdalamkonferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, kemarin.

Indonesia Menari 2017 digelar dalam bentuk tarian massal koreografi yang menggabungkan beberapa gerakan tari tradisional Nusantara dan tarian modern dengan durasi 4 menit. Tarian itu diiringi musik aransemen Pongky Prasetyo yang menggabungkan lagu daerah dari Aceh (Bungong Jeumpa), Kalimantan Barat (Cik Cik Periuk), Jawa Barat (Cingcangkeling), Maluku (Rasa Sayange), Sulawesi Utara (Si Patokaan), dan Nusa Tenggara Timur (Gemu Fa Mi Re).

Gerakan Indonesia Menari 2017 dikonsep oleh Rosmala Sari Dewi dari CIOFF Indonesia dengan gerakan tari tradisional yang dikemas secara modern. “Untuk Indonesia Menari 2017, saya mengolaborasikan beberapa gerakan tari tradisional dari beberapa daerah dengan menyisipkansedikitgerakantarimodern,” ungkap Rosmala, CIOFF Indonesia dan koreografer Indonesia Menari 2017. Kegiatan Indonesia Menari 2017 dimulai serentak pada pukul 13.00 WIB dengan konsep indoor yang tersebar di beberapa area di Grand Indonesia, Jakarta; The Park Mall, Solo; dan Mall 23 Paskal, Bandung.

Acara ini juga diramaikan dengan kehadiran para pekerja seni yang turut menari bersama dalam kemeriahan Indonesia Menari 2017 di masing-masing kota.

hendri irawan