Edisi 26-11-2017
Serunya Penjurian NextDev 2017


ACARA penjurian The NextDev 2017 yang dihelat pada Senin malam (20/11) memang seru.

Panel juri yang terdiri atas Irfan Tachrir (Direktur HCM Telkomsel), Samuel Pangerapan (Dirjen Aplikasi Informatika), Ariff Kamal (Associate SEO Director GroupM), Dayu Dara (Vice President GO-JEK), Dennis Adhiswara (CEO Layaria), dan Alamanda Shantika (Co-Founder Binar) tidak hanya memberikan pertanyaan, tapi juga tantangan yang harus dipecahkan peserta dalam waktu 1-2 menit saja.

“Gambarkan UX (user experience ) dan UI (user interface ) seperti apa yang akan kalian lakukan jika ingin penetrasi di sebuah pasar yang usia mayoritasnya adalah 60 tahun,” ujar Dayu Dara, Vice President GO-JEK. Dua peserta yang ditandingkan di Final Pitching, Karapan dan Growpal, sama-sama keluar dengan solusi berbeda.

Karapan, misalnya, menggambar desain aplikasi berukuran besar. “Agar mudah digunakan dan dinavigasikan orang yang sudah berumur,” ujar salah seorang anggota tim Karapan. Sementara tim Growpal lebih fokus pada desain yang lebih menarik karena dianggap lebih gampang mencuri perhatian.

Setiap startup berupaya meyakinkan panel juri mengenai kompetensi startup dan aplikasi digital yang mereka kembangkan berdasarkan masalah yang ditemukan, solusi yang ditawarkan, validasi pasar, model bisnis, rencana pengembangan produk, strategi pengembangan bisnis, serta kapabilitas tim.

Dalam acara penjurian tersebut memang terlihat bagaimana dinamisnya dunia startup di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak generasi muda lebih memilih untuk bergabung di startup dibandingkan perusahaan multinasional, salah satunya karena kedinamisannya.

Selain itu, kisah sukses startup semakin banyak seiring beberapa perusahaan sudah mampu menyandang status unicorn (bervaluasi di atas USD1 miliar atau Rp13 triliun). Nah , Telkomsel The NextDev 2017 sendiri menjadi kompetisi yang mendorong anak muda Indonesia untuk berkarya lewat teknologi.

Setiap tahun peminatnya selalu bertambah. Kompetisi tersebut akhirnya memilih Cekmata, Squline, Karapan, dan Marlin Booking sebagai pemenang, menyisihkan finalis lainnya yang masuk babak Top 20.

Keempat aplikasi tersebut dinilai memiliki kemampuan memberikan solusi bagi masalah yang ada di tengah masyarakat. “Khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, agrikultur, dan transportasi,” kata Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah.

Keempat startup tersebut mendapat hadiah utama berupa 7M (market access, marketing, mentoring, management trip, money, monetizing , danmatch expert ), dan bersama dengan finalis lainnya akan mengikuti pelatihan lanjutan dari Telkomsel dalam program The NextDev Academy. Program ini akan mengasah dan mempertajam kualitas aplikasi yang diciptakan startup .

danang arradian