Edisi 27-11-2017
Dana Sawit untuk Mandatori Biodiesel Rp11 T


JAKARTA – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) memproyeksikan penggunaan dana sawit untuk mendukung program mandatori pemanfaatan biodiesel pada tahun ini mencapai Rp11 triliun.

Jumlah tersebut sudah termasuk dana yang dicarry over pembayarannya dari penyaluran biodiesel tahun lalu. “Akhir 2017 diproyeksikan penggunaan dana sawit untuk mendukung program mandatori pemanfaatan biodiesel mencapai Rp11 triliun termasuk yang di-carry over pembayarannya dari penyaluran biodiesel tahun 2016,” kata Direktur Penyaluran Dana BPDPKS Edi Wibowo dalam keterangan tertulisnya, kemarin. Edi mengatakan, total penyaluran biodiesel yang didukung Dana Sawit Tahun 2016 sebesar 2,49 juta KL (98%) dari target penyaluran biodiesel sebesar 2,53 juta KL dengan total dana tersalurkan sebesar Rp8,18 triliun.

Sedangkan realisasi sampai dengan November 2017 ini mencapai 1,79 juta KL (71%) dari target sebesar 2,53 juta KL dengan total dana tersalurkan sebesar Rp8,6 triliun. Jumlah tersebut relatif sama dengan rerata penyaluran tiap bulannya sekitar 208.000 KL. Edi menambahkan, apabila disandingkan dengan penerimaan dari pungutan ekspor sawit dan produk turunannya serta disparitas harga antara solar dengan biodiesel yang lebih baik (semakin menurun) dibandingkan tahun 2016, maka pendanaan insentif programbiodieselB20untuktahun 2017 diharapkan sesuai dengan target yang dialokasikan.

“Terkait kesiapan industri biodiesel dalam menyuplai biodiesel untuk program B20 dan bahkan untuk mendukung pelaksanaan mandatori biodiesel 30% (B30) yang ditargetkan akan dimulai pada 2020, cukup siap dengan kapasitas terpasang produksi biodiesel badan usaha BBN jenis biodiesel saat ini yang mencapai sekitar 12,06 juta kiloliter,” katanya. Direktur Utama BPDP-KS Dono Boestami mengatakan, institusi yang dipimpinnya telah menandatangani perjanjian pembiayaan bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel dengan 20 Badan Usaha Produsen BBN untuk periode November 2017 - April 2018.

Perjanjian pembiayaan ini merupakan bentuk konsistensi pemerintah mendukung pembangunan industri sawit yang berkelanjutan sekaligus mendorong peningkatan diversifikasi energi. Berdasarkan keputusan Menteri ESDM Nomor 3756 K/10/MEM/2017 tentang Penetapan BU BBN Jenis Biodiesel dan Alokasi Besaran Volumenya untuk Pengadaan BBN Jenis Biodiesel pada PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo TBK Periode November 2017-April 2018. Total volume penyaluran biodiesel dari 20 produsen tersebut sekitar 1,408 juta KL untuk disalurkan ke Pertamina dan PT AKR Corporindo. Besaran volume tersebut ditetapkan berdasarkan proyeksi kebutuhan solar nasional pada periode tersebut. Sektor yang mendapatkan pendanaan mencakup sektor Jenis BBM Tertentu (JBT)/PSO dan pembangkit listrik PLN.

Adapun 20 badan usaha BBN yang berikat kontrak dengan BPDP-KS antara, lain PT Batara Elok Semesta Terpadu, PT Bayas Biofuels, PT Cemerlang Energi Perkasa, PT Ciliandra Perkasa, PT Dabi Biofuels, PT Darmex Biofuels, PT Energi Baharu Lestari, PT Intibenua Perkasatama, PT Kutai Refinery Nusantara, PT LDC Indonesia, PT Multi Nabati Sulawesi, PT Musim Mas, PT Pelita Agung Agrindustri, PT Permata Hijau Palm Oleo, PT Sinarmas Bio Energy, PT SMART Tbk, PT Sukajadi Sawit Mekar, PT Tunas Baru Lampung, PT Wilmar Bioenergi Indonesia, dan PT Wilmar Nabati Indonesia.

0ktiani endarwati