Edisi 07-12-2017
Jenderal Gatot Nurmantyo Antar Marsekal Hadi ke DPR


Seusai namanya diajukan Presiden Jo kowi menjadi calon panglima TNI ba ru, Marsekal Hadi Tjahjanto kemarin datang ke DPR untuk menjalani uji ke patutan dan kelayakan (fit and proper test).

Namun, ada yang unik saat kepala staf angkatan udara (KSAU) ini tiba di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta. Marsekal Hadi ternyata tak datang send ir i saat memasuki Gedung Nu santara II pada pukul 09.17 WIB tersebut. Di sam pingnya tampak pula Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta dua kepala staf, yakni Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) La k samana TNI Ade Supandi.

Ini pemandangan tak biasa. Pada periode-periode sebelumnya, agenda fit and proper test tak diwajibkan perlu didam pingi oleh panglima TNI yang akan di gantikan serta pimpinan tertinggi dari ma tra lain. Tak ayal, kedatangan Jenderal Ga tot bersama Jenderal Mulyono dan Lak samana Ade menjadi tradisi baru yang unik di tubuh TNI.

Gatot pun terlihat sumringah kendati jabatannya tak lama lagi lepas. Dia beberapa kali menebar se nyum kepada awak media yang mendekatinya. ”Saya, Pak KSAL, Pak KSAD mendampingi Pak Hadi. Bukan (terus) men dampingi, mengantar saja,” ujar Gatot. Dia mengakui kehadirannya be serta KSAD dan KSAL adalah hal baru sebagai bentuk dukung an penuh terhadap calon pang lima.

Kehadiran secara bersama-sama penting, apalagi Mar sekal Hadi secara akad e mik ti g a tahun di bawah KSAD dan KSAL. ”Menunjukkan bah wa de ngan mengantar ini, KSAD de ngan KSAL me nga ta kan kepada saya siap untuk di pim pin Pak Hadi begitu DPR su dah mem berikan pers e tu ju an dan Pak Hadi dilantik,” tegas Gatot.

Kesatuan dukungan ini, menurut Gatot, penting karena da lam Akademi Militer masih ada stigma senior dan junior. Ta pi dengan hadirnya dua kepala staf yang merupakan senior dari calon panglima TNI itu, mereka menunjukkan kesiap annya untuk dipimpin oleh Mar sekal Hadi.

Menurut Gatot, sudah sepantasnya dia mengantar calon yang dipilih presiden sebagai per tanda bahwa begitu Hadi su dah disetujui, kemudian dilantik, maka dia dengan tulus dan ikhlas memberikan tongkat kepemimpinan. ”Dan saya siap mendampingi apabila diperlukan,” ujarnya.

Gatot menilai Presiden sudah tepat memilih Marsekal Ha di. Penunjukan alumnus Aka demi Angkatan Udara tahun 1986 ini pun sudah didiskusikan bersama. Dipilihnya Mar sekal Hadi ini karena ada agen d a pemilu serentak pada 2019 di mana panglima TNI selanjutnya perlu mengawal agen da demokrasi tersebut hingga akhir.

Sementara KSAD saat ini akan pensiun pada 1 Juni 2019 dan KSAL pensiun pada Januari 2019. ”Kami yakin bah wa Pak Hadi mampu memim pin khususnya meng hadapi tahun politik. Harus punya perhatian lebih,” katanya. Seusai diwawancarai, Gatot pun berjabat tangan dengan Ha di, lalu bersama dua kepala staf meninggalkan Kompleks Par lemen Senayan sekitar pukul 09.27 WIB.

Semua Fraksi Menerima

Sepuluh fraksi di Komisi I DPR kemarin bulat me nya ta kan per setujuannya atas pencalonan Marsekal Hadi sebagai panglima TNI. Untuk memberikan persetujuan, DPR meng gelar fit and proper test sekitar li ma jam se cara terbuka dan ter tutup sejak pukul 10.45 WIB. Saat menyampaikan visi dan misinya, Hadi meng ungkap kan bahwa perkembangan teknologi, informasi kom unikasi, dan transportasi telah meng ubah model interaksi yang paling hakiki antar manusia, bahkan antarnegara.

Perubahan besar ini telah memunculkan bentuk friksi bahkan kon flik baru yang berbeda dari se belumnya yang akan memunculkan fenomena-fenomena baru yang akan mengubah perspektif ancaman terha dap pertahanan negara. ”Untuk menghadapi kondisi tersebut, TNI perlu mentransformasi dirinya dari suatu organisasi per tahanan negara yang profesional modern dan tangguh guna menjadikan TNI sesuai dengan semangat transformasi ter sebut,” ujarnya.

Hadi menegaskan, doktrin TNI saat ini masih relevan yak ni TNI sebagai kekuatan pe nyerang, kekuatan pertahanan, kekuatan pendukung, dan instrumen kekuatan negara yang dapat digunakan untuk kepenting an apapun yang menjadi keputusan politik negara. Disamping fungsi utama yang diemban TNI yakni, penangkal, penin dak dan pemulih.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, tentu semuanya atas kehendak rakyat melalui ko ri dor kons titusi dan kaidah-kai dah de mokrasi yang berlaku. ”TNI m e rupakan prajurit pe juang yang lahir dari rahim rak yat dan yang tengah me la ku kan reformasi diri terus-menerus untuk men jadi pe juang prajurit yang me rupakan ten tara profesional,” tandasnya.

Sorak-sorai dari teman seangkatan Hadi di TNI pun serentak memenuhi ruangan rapat Komisi I DPR saat mengetahui tak ada fraksi yang men o lak. Bah kan, teman-teman Ha di sem pat menggendong Hadi sam bil bersorak bangga dari koridor Komisi I menuju es ka la tor. Be berapa di antaranya mengatakan ”Ini sebuah kebanggaan”.

Saat ditanya mengenai programnya setelah menjadi panglima TNI kelak, Marsekal Ha di ma sih enggan menjawab karena saat ini dirinya men ja bat sebagai KSAU. ”Ja wab an nya nanti saat saya menjadi pang lima TNI,” kata Hadi. Tak lama kemudian, Hadi pun pu lang dengan mobil dinas KSAU-nya.

Wakil Ketua Komisi I DPR Tu bagus (TB) Hasanuddin menga takan, setelah ada per setuju an, pimpinan Komisi I DPR se ge ra membuat laporan kepada pimpinan DPR. Kemudian, pim pinan DPR akan meneruskan hasil dari Komisi I DPR dalam rapat paripurna DPR.

”Ha - rus ditanyakan pada sekjen. Da lam paripurna ini akan di bacakan, setelah itu pimpinan DPR akan berkirim surat ke Pre siden,” jelasnya. Wakil Ketua Komisi I DPR Asril Hamzah Tanjung mengatakan, agenda rapat Badan Musyawa rah (Bamus) akan dilakukan secepatnya dan kemungkinan dilakukan hari ini.

Untuk rapat paripurna tergantung pen jadwalan karena tidak ada ba tasan. Yang terpenting, tandasnya, DPR sudah mem percepat proses fit and proper test ini. Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menilai Marsekal Hadi memiliki tan tangan untuk menjaga diri da ri politik praktis serta melanjutkan image supremasi sipil hing ga tuntas.

Hal tersebut dianggap penting guna mewujudkan TNI yang profesional dan berjiwa bagi masyarakat. ”Sa ya rasa sudah tuntas (soal su premasi) cuma di level masya ra kat ini kan masih ada anggapan lain,” ujar Jimly di kantornya kemarin. Hal lain yang juga menjadi tan tangan bagi TNI adalah men jaga kedaulatan wilayah, khu s usnya di perbatasan serta Pa pua yang kerap bergejolak.

Khusus sosok calon Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, Jimly optimistis jenderal bin tang empat tersebut punya kapasitas sebagai orang nomor satu dimiliter Indonesia. Dia ju ga menilai yang bersangkutan cukup profesional dan diharapkan dapat semakin memajukan bidang kemiliteran di Tanah Air.

dian ramdhani