Edisi 07-12-2017
Film “Chrisye” Jadi Pilihan saat Musim Liburan


JAKARTA – Pencapaian tinggi yang dilakukan legenda musik Indonesia Chrisye sangat mengagumkan. Lagunya cukup mengenang dan menginspirasi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berharap film ini menjadi pilihan bagi masyarakat menghadapi musim liburan, termasuk menjadi inspirasi bagi musisi jalanan yang mengadakan nonton bareng film Chrisye di Senayan City, Jakarta Pusat, tadi malam.

Sandi didampingi istrinya, Nur Asia dan 150 musikus jalanan yang beredar di Jakarta. Sandi menilai Chrisye merupakan sosok inspiratif. Apalagi, Chrisye lahir ketika Sandi memasuki masa remaja dan dia mengenal beberapa lagunya. “Saya sangat suka lagu Lilin- Lilin Kecil .

Ingat banget masamasa itu yang memorable ,” ujar dia. Bagi Sandi, di antara sekian banyak scene film dirinya melihat kolaborasi dengan Taufik Ismail menjadi pencapaian yang tertinggi.

“Ada lagu kolaborasi sama Pak Taufik, jadi inspirasi kita untuk kembali ke kitab suci dan lebih semangat kemudian bangkit kembali. Itu yang saya dapat dari Chrisye,” katanya. Sandi juga menilai Chrisye sebagai anak bangsa. Karakter suara dan gayanya cukup kuat.

Chrisye bersikukuh dengan lagu Indonesia dan karyanya sendiri. Film Chrisye berkisah tentang sejarah Chrisye saat pertama kali bertemu dengan istrinya, Damayanti Noor, kemudian membuat album pertama hingga lagu-lagu terakhirnya yang religius.

Percintaan dengan Damayanti diselipkan pada film itu dan kehidupan dengan empat anaknya. Nonton bareng kali ini semakin meriah dengan kehadiran pemain film Chrisye seperti Vino G Bastian, Velove Vexia, serta Ray Sahetapy.

Dalam kesempatan itu, Vino berharap film yang diperankannya bisa menjadi batu loncatan untuk lebih menghargai seniman. “Ini apresiasi bagi filmmaker saat Wakil Gubernur DKI datang. Harapan saya, juga semua teman-teman generasi di bawah saya yang enggak kenal Chrisye, menjadi kenal Chrisye.

Chrisye itu seorang pahlawan di bidang musik,” ujar Vino. Film garapan rumah produksi MNC Pictures yang disutradarai Rizal Mantovani ini mengambil tiga era—1970-an, 1980-an, dan 1990-an.

yan yusuf