Edisi 07-12-2017
Hadapi Tahun Politik, Jokowi Minta Menteri Fokus Bekerja


BOGOR – Presiden Joko Widodo mengingatkan jajarannya untuk fokus bekerja guna mewujudkan target yang telah ditentukan.

Ia pun mewanti-wanti agar konsentrasi bekerja jajarannya jangan sampai terganggu menjelang datangnya tahun politik pada 2018 mendatang. Pernyataan tersebut disampaikanPresidendiIstanaKepresidenan Bogor, Jawa Barat saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2018 dan Persiapan Pilkada Serentak 171 Daerah.

Lebih lanjut, KepalaNegara juga meminta jajarannya untuk memeriksa dengan sungguh- sungguh terkait program yang telah direncanakan agar dapat berjalan dengan baik di lapangan. Apalagi pemerintah memiliki target pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 5,4%.

“Saya optimistis ini akan tercapai apabila kita mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan iklim kemudahan berusaha dan investasi,” kata Kepala Negara pada siaran pers yang diterima KORAN SINDO kemarin.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan iklim kemudahan berinvestasiadalahdenganmembentuk unit khusus pengawal investasi berskala besar atau singlesubmission awal2018. Unit tersebut nantinya akan bertugas mengawal proses investasi mulai dari awal hingga akhir.

“Agar betul-betul ada sebuah satuan tugas yang mengawal investasi kenegara kita,” tuturPresiden. Pada tahun 2018 pula, program padat karya atau cash for work yang terdapat di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan mulai dilaksanakan. “Saya minta Januari (2018) sudah bisa kita lihat di lapangan, sudah dimulai.

Kita harapkan dengan (program) ini akan ada peningkatan daya beli masyarakat di desa,” ujar Presiden. Tak lupa, Presiden juga kembali mengingatkan agar program beras sejahtera dan bantuan pangan nontunai berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat jumlah. “Sehingga kita bisa membantu keluarga prasejahtera,” ucap Kepala Negara.

neneng zubaidah