Edisi 07-12-2017
Tak Bayar Utang, Kakak Tikam Adik


TANGERANG - Seorang kakak tega menikam adik kandungnya sendiri lantaran tidak membayar utang.

Peristiwa memilukan ini terjadi di Perum Graha Cibadak, Blok A 8/7, RT07/01, Desa Pasirnangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Kapolsek Tigaraksa Kompol Dodid Prastowo mengatakan, perkelahian antara kakak dan adik itu terjadi pada Selasa (5/12) sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat itu kakak korban yang bernama Bambang Rianto, 41, mendatangi adiknya Sutopo Yuwono, 31, untuk menagih utangnya sebesar Rp180 juta. “Jadi, adik pelaku yang merupakan korban ini memiliki utang yang banyak sebesar Rp180 juta.

Utang itu dipinjam sejak lama dan diberikan beberapa kali sehingga totalnya mencapai ratusan juta rupiah, tetapi tidak pernah dibayar. Bahkan saat diminta dicicil oleh pelaku,” katanya. Puncaknya terjadi pada Selasa lalu. Saat itu tersangka memanggil korban untuk datang ke rumahnya di Perumahan Graha Cibadak.

Di sana, dua saudara kandung itu terlibat cekcok mulut. Bambang yang kesal bahkan nekat mengambil pisau dan langsung menusukkannya ke perut adik kandungnya sendiri. “Korban mengalami luka tusuk di perut, punggung, dan dada.

Saat ini korban masih kritis dan tengah dirawat intensif di RSUD Balaraja. Seusai melukai adiknya, pelaku langsung melarikan diri. Selang tiga jam setelah kejadian, pelaku berhasil kami kejar dan amankan pukul 18.00 WIB,” ungkapnya.

Menurut dia, pelaku saat itu hendak kabur ke kampung halamannya di Lampung. Saat hendak menyeberang dari Pelabuhan Merak, Banten, pelaku berhasil dibekuk petugas Unit Reskrim Polsek Tigaraksa. Awalnya pelaku sempat membantah telah melakukan penganiayaan berat terhadap adik kandungnya tersebut.

“Saat dilakukan pengejaran ke Pelabuhan Merak, petugas melihat seorang laki-laki sedang mengendarai sepeda motor mau naik ke kapal untuk berangkat ke Bakauheni, Lampung. Ciri-cirinya sama dengan pelaku penganiayaan. Selanjutnya pelaku langsung ditangkap,” katanya.

Dari Pelabuhan Merak, pelaku langsung digelandang ke Mapolsek Tigaraksa untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Hingga kini polisi masih mendalami kasus penganiayaan kakak terhadap adik kandungnya itu. Kepada wartawan, Bambang mengaku kesal dengan adiknya yang tidak mau membayar utang.

“Dia memiliki utang sudah lama dan saat ditagih selalu berdalih tidak punya uang. Padahal saya tahu dia punya uang. Kalau mau dicicil, sebenarnya utang itu sudah lunas sejak lama. Tetapi tidak pernah dilakukan. Saya kesal, khilaf. Saya gelap mata dan mengambil pisau lalu menusuknya,” ungkap Bambang.

Akibat perbuatannya tersebut, Bambang mendekam di ruang tahanan Mapolsek Tigaraksa. Tersangka dijerat Pasal 351 tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman pidana di atas 5 tahun penjara.

hasan kurniawan