Edisi 07-12-2017
Yudi Widiana Didakwa Terima Rp11,265 M


JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) men dakwa Wakil Ketua Komisi V DPR dari Fraksi PKS yang dirotasi menjadi anggota Komisi VI no naktif Yudi Widiana Adia m e nerima suap Rp11,265 miliar.

Hal itu tertuang dalam su - rat dakwaan nomor: Dak- 80/24/11/2017 atas nama Yudi Wi diana Adia. Surat dakwaan di ba cakan secara bergantian oleh JPU yang dipimpin Is kan dar Mar - wanto dengan anggota Subari Kurniawan, Arin Kar nia sari, dan Tri Anggoro Mukti di Peng adilan Tindak Pidana Ko - rup si (Tipikor) Jakarta, ke - marin.

Dakwaan Yudi Widiana Adia di susun dalam dua dak - waan ku mulatif subsideritas. Pada dak waan ke satu, tutur JPU Is kan dar Marwanto, Yudi selaku ang go ta Komisi V DPR periode 2014-2019 bersama dengan anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS sekaligus mantan tenaga honorer Fraksi PKS di DPR Muhammad Kurniawan Eka Nugraha telah melakukan perbuatan menerima uang Rp2 miliar dalam bentuk rupiah dan Rp2 miliar dalam bentuk dolar Amerika Serikat (USD).

Pene ri ma an uang dengan total Rp4 mi liar itu berasal dari terpidana Ko - misaris Utama PT Ca ha ya mas Perkasa So Kok Seng alias Tan Frenky Tanaya alias Aseng (divonis 4 tahun penjara). Pe - ne rimaan suap terjadi pada Mei 2015.

Menurutnya, terdakwa (Yudi Widiana Adia) dan Muhammad Kur nia wan Eka Nu- graha mengetahui atau patut menduga bahwa pem berian uang dari Aseng ter sebut karena terdakwa telah menyalurkan usulan proyek pembangunan jalan dan jem batan di Balai Pelaksanaan Ja lan Na sional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara.

“Sebagai usul an program aspirasi terdakwa selaku anggota Komisi V DPR Tahun Ang - garan 2015 dan telah dila k sa - nakan oleh Aseng yang ber ten - tangan dengan ke wa jib an Ter - dakwa selaku anggota Ko misi V DPR,” kata Iskandar.

Atas dakwaan pertama, JPU menjerat Yudi dengan Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang- Undang (UU) Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-(1) KUHPidana. Dalam dakwaan kedua, Yudi bersama dengan Kurniawan me la kukan perbuatan pidana pada 7 Desember 2015, 30 De sember 2015, dan 17 Januari 2016, yakni perbuatan pidana me nerima uang Rp2,5 miliar dan USD354.300 (setara Rp4,765 miliar) dari Aseng.

Padahal Yudi dan Kurniawan mengetahui atau patut men duga pemberian uang dengan total Rp7,265 miliar tersebut dimaksudkan untuk meng gerakkan Yudi agar me - nya lurkan usulan proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan di BPJN IX Maluku dan Maluku Utara.

Atas dakwaan JPU, Yudi Widiana Adia mengaku me mahaminya. Karenanya, dia me - mas tikan tidak mengajukan nota keberatan (eksepsi). “Saya sudah memahami di dalam dakwaan, kami tidak akan melakukan eksepsi, tapi kami dikatakan bersama-sama dengan Kurniawan hanya sampai saat ini kami tidak tahu status Kurniawan sebagai apa,” kata Yudi.

sabir laluhu