Edisi 07-12-2017
254 E-Commerce Ramaikan Harbolnas 2017


JAKARTA – Pesta belanja on - line terbesar di Tanah Air, Harbolnas, kembali hadir mulai 12 De sember mendatang.

Tahun ini hari istimewa tersebut bakal tam bah seru lantaran ada 254 ecommerce yang berpartisipasi. Ketua Panitia Harbolnas 2017 Ach mad Alkatiri me nga ta kan ang ka itu naik sebanyak 43 par tisi pan dari tahun sebe lum nya yang hanya berjumlah 211.

”Tahun ini merupakan re kor ter be sar dari Harbolnas di Indonesia,” ung kap Achmad di Ja karta kemarin. ”Kami me mu lai Har bol nas pa da 2012 dengan jum lah part isipan hanya enam e-commerce.” Dia menambahkan, 254 pela ku industri yang berp artisi pasi menawarkan diskon hingga 95%.

Harbolnas tahun ini tidak ha nya ingin memuaskan konsu men belanja online,namun juga ingin memberikan ruang kepada pelaku usaha mikro, ke cil, dan menengah (UMKM) dan seller untuk berpartisipasi dan me ngembangkan bisnisnya secara digital. Achmad menargetkan, transaksi Harbolnas 2017 meningkat hingga 50% dari tahun sebelum nya.

Pada 2016, Harbolnas men catatkan transaksi senilai Rp3,3 triliun. Peningkatan diprediksi lantaran pemilihan tanggal yang jatuh pada 12 Desember, di mana tang gal tersebut tidak ber te patan setelah libur panjang. Selain itu, jauh-jauh hari sebelum Harbolnas, panitia melakukan road show Harbolnas ke tiga kota, yaitu Surabaya, Makassar, dan Medan.

Dalam roadshow ter se but, para pelaku UMKM di berikan pelatihan mengenai man faat dan kiat sukses untuk ber jualan online. Para pelaku UMKM juga diberikan i nformasi bagaimana caranya memanfaat kan Harbolnas 2017 untuk meningkatkan bisnis mereka. ”Kami juga berharap konsumen di seluruh Indonesia akan le bih paham akan bertransaksi on line dan siap dalam menyambut Harbolnas 2017.

Dengan de mikian, konsumen dapat menikmati belanja online di Harbolnas 2017 di mana pun mereka berada,” ujar Achmad. Harbolnas tahun ini lebih merangkul UMKM. Dengan berpartisipasinya para pelaku UMKM, pemerataan ekonomi di Indonesia bisa tercapai.

”Kita t idak bisa hanya mendorong da ri sisi ”Misinya kita tahun ini ‘Belanja Online Bersama’ me rang kul teman-teman UMKM itu sangat sejalan dengan peme rin t ah. Itu memang menjadi prog ram utama pemerintah saat ini,” ujarnya. Sementara itu, Vice President Credit Card Group Bank Mandiri Haris Budiman mengatakan nilai transaksi kar tu kredit dan debit Mandiri di Harbolnas cukup besar hingga men capai Rp50 miliar tahun lalu.

Kali ini Bank Mandiri menargetkan dapat mencapai tran saksi hingga Rp100 miliar da lam satu hari. Menurutnya, tran saksi e-commerce hanya ber kontribusi 10% untuk penggunaan kartu debit dan kredit Man diri. Meskipun demikian, pertumbuhannya cukup tinggi ya i tu mencapai 70% per tahun.

”Oleh karena itu, kami ingin berkontribusi di Harbolnas de ngan memberikan program dis kon khusus untuk penggunaan kartu Mandiri. Kegiatan ini memiliki pengaruh pada peng gu na an kartu kredit maupun debit Man diri,” ujar Haris. Sementara itu salah satu ecommerce, Zalora, berpartisipasi dalam Harbolnas mulai 12-15 Desember.

Para penggemar fashion akan mendapat penawaran terbaik dengan potongan hingga 80% dan promosi eksklusif untuk label internasional seperti Ma ngo, Levi’s, Keds, Skechers, Cot ton On hingga River Island dan Missguided. Begitu pula dengan label lokal semisal Palomino, The Execu tive, Vesperine, Alexander Chri s tie hingga Lois Jeans dengan harga khusus.

”Dengan adanya Harbolnas, pa r a pelanggan kami akan mem p eroleh penawaran terbaik untuk label-label berkualitas tinggi tersebut,” ungkap CEO Zalora An thony Fung. Berdasarkan survei Nielsen, ada beberapa fakta unik dalam Har bolnas beberapa tahun terakhir.

Saat Harbolnas berlangsung, konsumen lebih banyak me lakukan transaksi pada jam ker ja. Artinya jam sibuk kerja jus tru menjadi waktu favorit un tuk berbelanja. ”Dari survei yang kami lakukan, pukul 09.00-15.00 transaksi itu paling tinggi.

Selanjutnya 16.00-21.00, juga menjadi wak tu favorit,” ujar Director Con sumer Insights Nielsen, Rus dy Sumantry di Jakarta beberapa waktu lalu. Lebih lanjut, Rusdy mempre diksi kemungkinan jam tersebut masih akan menjadi waktu favorit transaksi konsumen, meng ingat Harbolnas tahun ini ja tuh pada hari kerja. ”Tahun lalu 48% orang berbelanja itu ketika mereka sedang di kantor. Sebenarnya ini wajar, karena mungkin ketika di kan tor konsumen bisa mendapatkan akses internet yang cepat,” ungkap Rusdy.

hafid fuad/ hanna/ sindonews