Edisi 07-12-2017
Inalum Investasi USD60 Juta Perluas Dermaga Kuala Tanjung


KUALA TANJUNG - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), induk Holding BUMN Tambang berencana memperluas dermaga pelabuhan di Kuala Tanjung dengan nilai investasi sebesar USD60 juta atau sekitar Rp810 miliar.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kapasitas produksi aluminium dan produk hilir serta dapat menampung kapal besar. Direktur Umum dan SDM Inalum Carry F Mumbunan mengatakan, perseroan akan memulai mengembangkan pelabuhan ini pada semester II/2018.

”Jadi, nantinya kapal besar bisa bersandar di pelabuhan ini,” kata Carry saat media gathering di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, kemarin. Menurut Carry, pembangunan dermaga ini rencananya dilakukan paralel dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x350 MW.

”Jadi, ini paralel dengan proyek PLTU, kalau proyek sudah dapat lampu hijau. Apakah nanti PLTU di sini atau di mulut tambang,” ujarnya. Saat ini, lanjut dia, perseroan memiliki dua dermaga yaitu dermaga A dengan luas 200x19 meter dan dermaga B yang menjorok ke laut sepanjang 2,5 kilometer.

Kedua dermaga tersebut selama ini menjadi tempat mendatangkan berbagai kebutuhan pabrik Inalum, seperti alumina bahan baku pembuatan aluminium yang diimpor dari Australia. Carry mengungkapkan, pengembangan pelabuhan juga sejalan dengan tingginya barang curah yang masuk untuk keperluan operasional pabrik.

Dalam satu tahun saja, perseroan mendatangkan bahan bakar solar sebanyak 1,2 juta kiloliter, mengimpor alumina 450-540 metrik ton per tahun, dan sebanyak 1,4 juta ton batu bara per tahun.

Oleh sebab itu, selain menambah panjang dermaga, juga harus menambah dalam pelabuhan agar bisa disinggahi kapal dengan bobot yang lebih besar. Sementara itu, pada 2017 Inalum menargetkan total kapasitas produksi mencapai 300.000 ton aluminium per tahun dan melonjak menjadi sekitar 500.000 ton pada 2019 dan mencapai 1 juta ton pada 2022.

”Pada 2022 nanti kita tingkatkan jadi 1 juta ton. Karena kebutuhan dalam negeri masih besar,” imbuh dia. Pada kesempatan yang sama, perseroan juga melakukan reboisasi di sekitar Danau Toba dan meningkatkan keandalan teknologi untuk menjaga keberlangsungan Pembangkit Listrik TenagaAir(PLTA) milikInalum.

Menurut General Manager SDM dan Umum Inalum Moh Rozak Hudioro, kondisi Danau Toba sangat menentukan performa PLTA. Jika debit air dan permukaan air di Danau Toba berkurang, kata Rozak, pasokan listrik pun akan berkurang.

”Di sekitar Danau Toba itu ada penggundulan. Kalau musim kemarau, kita buat penghijauan. Jadi kalau kemarau, debit airnya tidak turun drastis. Selain itu, teknologi juga diperbarui,” jelasnya. Saat ini, Inalum memiliki dua PLTA, yakni Siguragura dan Tangga yang terkenal dengan nama Asahan 2.

kunthi fahmar sandy